Fakta Nasional

Melawan Feodalisme: Presiden Prabowo Hentikan Tradisi Penyambutan Pelajar

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah signifikan dengan meminta seluruh kepala daerah untuk menghentikan tradisi pengerahan massa siswa atau pelajar sekolah dalam menyambut kunjungannya ke daerah. Kebiasaan yang su…

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 20 November 2025 📖 1 menit
Melawan Feodalisme: Presiden Prabowo Hentikan Tradisi Penyambutan Pelajar
Presiden Prabowo Subianto/Dok. BPMI Setpres.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah signifikan dengan meminta seluruh kepala daerah untuk menghentikan tradisi pengerahan massa siswa atau pelajar sekolah dalam menyambut kunjungannya ke daerah. Kebiasaan yang sudah berlangsung sejak era Orde Baru ini sering menimbulkan kontroversi dan kritik, dinilai sebagai praktik feodalistik yang melanggar hak-anak.

Prioritas Pendidikan di Atas Seremonial

Meskipun merasa terkesan dengan sambutan hangat para pelajar saat kunjungannya ke Solo dan Bantul, Presiden Prabowo menegaskan bahwa anak-anak sekolah seharusnya tetap fokus belajar di sekolah. Ia merasa kasihan melihat pelajar harus menunggu lama di bawah terik matahari, yang dikhawatirkan mengurangi waktu jam sekolah mereka. Presiden lantas menginstruksikan Sekretaris Kabinet untuk segera mengirimkan surat kepada seluruh kepala daerah agar tidak lagi memobilisasi pelajar untuk penyambutan.

Kritik Terhadap Tradisi Mobilisasi Siswa

Pengamat politik dan filsuf, Rocky Gerung, sebelumnya mengkritik keras tradisi mobilisasi ini, menyebutnya sebagai cerminan praktik feodalistik yang tidak sejalan dengan pendidikan modern dan melanggar hak anak untuk belajar dan bermain. Tindakan Presiden Prabowo ini disambut baik sebagai upaya mengakhiri kebiasaan yang dinilai tidak memiliki urgensi pendidikan dan hanya sebatas pencitraan pejabat elite. Dengan arahan ini, fokus dikembalikan kepada pentingnya jam belajar siswa.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK