Fakta Nasional

Menag Nasaruddin Umar: Iduladha Harus Jadi Momentum Bebaskan Masyarakat dari Krisis Protein Hewani

FAKTANASIONAL.NET — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah harus dimaknai lebih dari sekadar ritual keagamaan tahunan. Momentum ini wajib dijadikan gerakan nyata untuk membantu masyarakat keluar dari…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 27 May 2026 📖 2 menit
Menag Nasaruddin Umar: Iduladha Harus Jadi Momentum Bebaskan Masyarakat dari Krisis Protein Hewani
Kemenag mengusulkan Rp9,6 triliun khusus untuk peningkatan kesejahteraan guru agama./(Dok. Kemenag)
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah harus dimaknai lebih dari sekadar ritual keagamaan tahunan. Momentum ini wajib dijadikan gerakan nyata untuk membantu masyarakat keluar dari jerat krisis protein hewani melalui pemanfaatan distribusi daging kurban yang merata.

Hal tersebut disampaikan Menag usai menunaikan ibadah salat Iduladha di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2026).

“Diharapkan semua orang bisa mencicipi protein hewani. Diharapkan tidak ada orang yang krisis protein hewani pada saat Idul Kurban,” ujar Nasaruddin Umar di hadapan awak media.

Baca Juga: Persiapan Iduladha 2026: Kemenag Pantau Hilal Zulhijah 1447 H di 88 Titik Se-Indonesia

Iduladha Sebagai Sarana Distribusi Protein, Berbeda dari Idulfitri

Nasaruddin menjelaskan terdapat perbedaan filosofis dan jenis ketahanan pangan yang disasar antara dua hari raya besar umat Islam.

Jika Idulfitri berfokus pada pemenuhan kebutuhan karbohidrat pokok masyarakat melalui instrumen zakat fitrah, maka Iduladha bergerak sebagai motor penggerak distribusi gizi buruk dan protein melalui pemotongan hewan kurban, pembayaran dam (denda haji), hingga bantuan sosial.

Melalui skema distribusi kurban yang tepat sasaran, esensi Iduladha dinilai mampu menyentuh aspek kesejahteraan fisik dan peningkatan gizi masyarakat luas, terutama bagi kelompok prasejahtera.

Solidaritas Lintas Agama: Nonmuslim Turut Sumbang Hewan Kurban

Ada fenomena menarik yang disoroti Menag dalam pelaksanaan Iduladha tahun ini di Masjid Istiqlal. Ia mengungkapkan bahwa hewan kurban yang tertampung di masjid negara tersebut tidak seluruhnya berasal dari umat Muslim yang menjalankan ibadah kurban wajib.

Partisipasi aktif justru datang dari berbagai korporasi hingga komunitas masyarakat nonmuslim yang ikut menyumbangkan hewan ternak sebagai bentuk kepedulian sosial.

Menurut Nasaruddin, keterlibatan lintas kelompok tersebut menjadi bukti otentik bahwa semangat solidaritas sosial dan toleransi kemanusiaan dalam momentum perayaan Iduladha di Indonesia masih mengakar sangat kuat.

Masjid Istiqlal Salurkan Puluhan Hewan Kurban ke Panti dan Pesantren

Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga pelaksanaan salat Id, panitia kurban Masjid Istiqlal tercatat telah menerima total:

  • 63 ekor sapi

  • 18 ekor kambing

  • 1 ekor domba

Seluruh hewan kurban tersebut nantinya tidak dipotong langsung secara massal di area masjid untuk menghindari antrean panjang, melainkan didistribusikan secara terstruktur.

Pihak Istiqlal akan menyalurkannya ke berbagai lembaga eksternal yang mencakup masjid binaan, panti asuhan, pondok pesantren, perguruan tinggi Islam, serta jaringan majelis taklim yang berada di bawah koordinasi Masjid Istiqlal.

Baca Juga: Bank Kalbar Syariah Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Ziswaf Bersama Kemenag dan BAZNAS


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK