Fakta Nasional

Menakar Tantangan Danantara: Konsolidasi Aset BUMN dan Keadilan Ekonomi Daerah

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Lembaga pengelola investasi baru, Danantara, kini tengah menjadi sorotan tajam para analis. Pengamat komunikasi politik, Hendri Satrio, menekankan bahwa meskipun Danantara memiliki visi yang baik, tantangan nyata terleta…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 23 January 2026 📖 1 menit
Menakar Tantangan Danantara: Konsolidasi Aset BUMN dan Keadilan Ekonomi Daerah
Danantara: Langkah Strategis Investasi Nasional/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Lembaga pengelola investasi baru, Danantara, kini tengah menjadi sorotan tajam para analis.

Pengamat komunikasi politik, Hendri Satrio, menekankan bahwa meskipun Danantara memiliki visi yang baik, tantangan nyata terletak pada bagaimana lembaga ini mengelola aset strategis nasional tanpa mengganggu stabilitas fiskal jangka pendek.

Salah satu poin krusial yang disorot adalah beban fixed cost atau biaya tetap di perusahaan pelat merah yang sering kali tidak sinkron dengan performa keuangan, dilansir pada 23 Januari 2026.

Kebijakan Presiden Prabowo yang mulai memangkas bonus atau tantiem bagi perusahaan yang merugi dinilai sebagai langkah awal yang tepat. Danantara diharapkan mampu memastikan bahwa dividen yang dialihkan dari BUMN benar-benar digunakan untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Selain masalah internal, Danantara menghadapi tantangan dalam hal pemerataan. Jangan sampai konsolidasi aset ini hanya memperkuat ekonomi di Pulau Jawa dan mengabaikan daerah lain yang sangat bergantung pada transfer pusat.

Komunikasi publik yang transparan sangat diperlukan agar Danantara tidak dicap sebagai proyek elit ekonomi semata, melainkan instrumen pembangunan yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK