Fakta Nasional

Mendagri Tito Sentil Pemda: Pendataan Lamban Hambat Pembangunan Rumah Korban Bencana

FAKTANASIONAL.NET - Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Sumatera masih menemui jalan buntu. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengungkapkan kekecewaannya pada Senin, 23 Maret 2026, terkait lambannya kinerja pemerintah daerah…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 24 March 2026 📖 1 menit
Mendagri Tito Sentil Pemda: Pendataan Lamban Hambat Pembangunan Rumah Korban Bencana
Kemendagri meminta pemerintah daerah melakukan efisiensi anggaran belanja perjalanan dinas dan mengoptimalkan pendapatan daerah sebelum mengeluhkan keterbatasan anggaran untuk gaji pegawai. (Dok. Badan Komunikasi pemerintah RI)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Sumatera masih menemui jalan buntu.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengungkapkan kekecewaannya pada Senin, 23 Maret 2026, terkait lambannya kinerja pemerintah daerah dalam menyetorkan data warga terdampak yang menjadi syarat utama pembangunan.

Tito menjelaskan bahwa cakupan bencana di Sumatera sangat luas, meliputi 52 kabupaten/kota. Tingkat kesulitan pendataan ini jauh lebih tinggi dibandingkan kasus erupsi Gunung Lewotobi di NTT.

Hingga saat ini, banyak pemda yang belum menyelesaikan validasi mengenai pilihan warga, apakah mereka ingin relokasi atau membangun kembali di lahan pribadi.

Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 60 juta bagi warga yang ingin membangun secara mandiri (in situ). Namun, Tito menegaskan bahwa BPS akan melakukan verifikasi ketat agar bantuan tepat sasaran.

Ia meminta kepala daerah segera membentuk satgas khusus agar warga tidak terlalu lama tinggal di pengungsian yang kini tersisa sekitar 173 jiwa.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK