Mendorong Pertambangan Hijau: Kunci Insentif Pemerintah untuk Kendaraan Ramah Lingkungan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Sektor pertambangan di Indonesia telah lama menjadi tulang punggung ekonomi, namun citranya tak lepas dari isu emisi karbon yang tinggi. Salah satu kontributor utamanya adalah penggunaan kendaraan operasional dan alat be…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Sektor pertambangan di Indonesia telah lama menjadi tulang punggung ekonomi, namun citranya tak lepas dari isu emisi karbon yang tinggi.
Salah satu kontributor utamanya adalah penggunaan kendaraan operasional dan alat berat yang masih bergantung pada teknologi konvensional. Truk-truk pengangkut raksasa dan mesin lainnya menjadi sumber polusi signifikan, sehingga transisi menuju operasional yang lebih hijau menjadi sebuah keharusan mendesak.
Peralihan ini bukan sekadar tanggung jawab lingkungan, tetapi juga tuntutan bisnis modern. Untuk mendorong percepatan adopsi teknologi ramah lingkungan, peran pemerintah melalui kebijakan insentif sangatlah krusial.
Tanpa adanya dukungan fiskal atau kemudahan regulasi, perusahaan tambang akan menghadapi beban investasi yang sangat besar yang dapat mengganggu arus kas dan keberlangsungan usaha mereka.
Di era investasi modern, aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi barometer utama bagi para investor global. Perusahaan dengan skor ESG yang baik dianggap lebih berkelanjutan
dan memiliki risiko lebih rendah. Sayangnya, untuk memenuhi standar lingkungan dalam ESG, pelaku usaha tambang harus berinvestasi pada teknologi mahal seperti hybrid haul truck atau conveyor belt bertenaga listrik. Anggawira dari Aspebindo menegaskan bahwa insentif seperti subsidi untuk elektrifikasi atau akses kredit hijau akan mempercepat transisi ini tanpa mengorbankan bisnis.
Selain insentif finansial, dorongan regulasi juga diperlukan. Pengamat ekonomi energi dari UGM, Fahmy Radhi, menyoroti pentingnya pemberlakuan kewajiban penggunaan kendaraan berstandar emisi Euro 4 di seluruh operasional tambang.
Aturan ini akan menciptakan standar yang jelas bagi industri. Banyak kendaraan tambang saat ini bahkan ditengarai masih menggunakan BBM subsidi, yang menunjukkan betapa mendesaknya intervensi pemerintah untuk memastikan sektor vital ini berjalan seiring dengan komitmen Indonesia menuju net zero emission.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.