Fakta Nasional

Menembus Rekor: PAM Mineral Cetak Penjualan Nikel Rp1,05 Triliun di Semester I 2025

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - PT PAM Mineral Tbk (NICL), di bawah kendali Christopher Sumasto Tjia, menorehkan prestasi gemilang dengan mencatatkan penjualan sebesar Rp 1,05 triliun pada semester I 2025. Angka ini naik pesat 152,07% dibanding periode…

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 23 July 2025 📖 1 menit
Menembus Rekor: PAM Mineral Cetak Penjualan Nikel Rp1,05 Triliun di Semester I 2025
Tambang nikel/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - PT PAM Mineral Tbk (NICL), di bawah kendali Christopher Sumasto Tjia, menorehkan prestasi gemilang dengan mencatatkan penjualan sebesar Rp 1,05 triliun pada semester I 2025. Angka ini naik pesat 152,07% dibanding periode sama tahun sebelumnya yang “hanya” Rp 419,19 miliar.

Pada paruh pertama 2025, PAM Mineral berhasil melipatgandakan volume penjualan nikel dari 707.597 metrik ton menjadi 1,885 juta metrik ton—kenaikan hingga 166,46%. Optimasi proses penambangan dan efisiensi operasional menjadi kunci di balik lonjakan volume tersebut.

Marjin laba kotor perusahaan ikut terangkat dari 34,08% menjadi 49,54%, seiring nilai laba kotor tumbuh drastis dari Rp 142,85 miliar menjadi Rp 523,46 miliar (naik 266,43%). Bahkan, laba usaha melonjak 419,32% menjadi Rp 456,30 miliar, sedangkan laba bersih semester I 2025 mencapai Rp 358,07 miliar, naik 386,51% dari Rp 73,59 miliar pada H1 2024.

Strategi Adaptif Hadapi Fluktuasi Harga
Meski harga acuan nikel domestik terkoreksi 3,80% sejak akhir 2024 karena normalisasi permintaan kendaraan listrik, Direktur Utama Ruddy Tjanaka menegaskan bahwa koreksi tersebut hanya bersifat jangka pendek. PAM Mineral diproyeksikan tetap adaptif dengan meningkatkan fleksibilitas produk ore sesuai kebutuhan pasar global.

Fondasi Keuangan yang Semakin Kokoh
Aset perusahaan meningkat 4,73% menjadi Rp 1,09 triliun, didukung penurunan liabilitas dari Rp 171,92 miliar menjadi Rp 150,69 miliar. Bebas utang bank jangka panjang, PAM Mineral menguatkan struktur permodalan dengan ekuitas yang naik dari Rp 878,18 miliar menjadi Rp 949,13 miliar.

Menatap Peluang Ekspansi
Melihat peluang di Pulau Obi dan Halmahera, perusahaan aktif memperluas jaringan pemasaran dan menjalin kerja sama strategis dengan smelter serta trader. Dengan posisi strategis Indonesia sebagai alternatif pasokan logam penting, PAM Mineral optimistis memanfaatkan momentum smelter berteknologi tinggi dalam negeri untuk menembus pasar global.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK