Meneropong Sisi Objektivitas dan Subjektivitas Feri Amsari Mengkritik Prabowo
FAKTANASIONAL.NET - Feri Amsari sedang mengkritik Prabowo. Jadi siapa pun yang membela, bahkan cenderung membela saja, berarti tidak sejalan dengan Feri Amsari. Salah satunya, Rocky Gerung. Keduanya berbeda tempat duduk. Ada kecenderungan, keduanya…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Feri Amsari sedang mengkritik Prabowo. Jadi siapa pun yang membela, bahkan cenderung membela saja, berarti tidak sejalan dengan Feri Amsari. Salah satunya, Rocky Gerung. Keduanya berbeda tempat duduk. Ada kecenderungan, keduanya diadu-adu.
Maka, itulah yang dikomentari Feri Amsari. "Catat baik-baik, "tulisnya. Intinya, Feri Amsari tetap menghormati Rocky Gerung sebagai pemikir. Ia tak mau diadu-adu, mana yang lebih jago. Baginya Prabowo sudah salah dan tak bisa lagi diperbaiki.
Dan Feri Amsari mengajak netizen memilih revolusi atau militerisasi. Jangan hanya ributkan si "erupsi karena asing", "kepala babi masak aja", "hey 10+6=17" atau "jagungisasi militer". Tulis Feri. Ia mengajak netizen menjadi warga bayangan yang akan membayangi Pemerintahan Prabowo.
Benarkah Prabowo seperti yang dikritik Feri Amsari? Itulah yang dibantah Rocky Gerung. Rocky Gerung mengenal Prabowo dari dekat. Baik secara pribadi, keluarga, maupun pemikiran. Ini yang tak dimiliki Feri Amsari. Feri sama sekali tak mengenal Prabowo. Bahkan, mengakui Prabowo seorang pembaca buku yang tekun saja, ia menolak secara membabi-buta.
Mana mungkin Feri Amsari mendukung program MBG, KDMP, Sekolah Rakyat, dan lain-lain, kalau hanya mengakui Prabowo pembaca buku saja ia menolak? Bedanya dengan Rocky Gerung di situ.
Selain mengenal sangat baik Prabowo, program-program Prabowo juga diakui Rocky Gerung sebagai program yang lain. Dasar ideologisnya kuat dan jelas dalam Konstitusi kita. Kalau pelaksanaannya belum baik, itu tidak alasan bagi Rocky Gerung untuk tidak mendukung Prabowo. Karena itu, ia mengusulkan radical break. Yakni tindakan total terhadap para menteri Prabowo.
Seperti Feri Amsari mengenal Saldi Isra, begitulah Rocky Gerung mengenal Prabowo. Apakah pernah Feri Amsari mengkritik Saldi Isra? Tidak. Bahkan, mengkritik MK pun Feri Amsari tak pernah. Feri tak sekali dua kali, justru tampil sebagai pembela MK tanpa dibayar sebagai juru bicara. Begitulah kira-kira.
Orang yang memiliki pengetahuan lebih terhadap seseorang tentu memiliki penilaian yang berbeda dengan orang yang sama sekali tak memiliki pengetahuan tentang seseorang itu. Berarti, sudah benar Feri Amsari tetap menghormati Rocky Gerung sebagai pemikir dan tak mau diadu-adu siapa yang paling jago di antara keduanya. Feri masih tahu diri. (ERIZAL)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.