Fakta Nasional

Mengapa Pemerintah Belum Menyalurkan Beras SPHP Meskipun Produksi Nasional Terus Meningkat

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Produksi beras nasional saat ini menunjukkan tren positif, bahkan memasuki musim kemarau tetap stabil. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa stok dan pasokan beras dalam negeri masih aman sehingga peme…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 16 May 2025 📖 1 menit
Mengapa Pemerintah Belum Menyalurkan Beras SPHP Meskipun Produksi Nasional Terus Meningkat
Ekspor beras/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Produksi beras nasional saat ini menunjukkan tren positif, bahkan memasuki musim kemarau tetap stabil.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa stok dan pasokan beras dalam negeri masih aman sehingga pemerintah belum berencana menyalurkan beras dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke masyarakat.

Pada konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Rabu (14/5/2025), Amran menegaskan bahwa harga gabah di lapangan masih sekitar 40% di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Harga kami cek di lapangan bersama Bulog, itu masih ada 40% di bawah HPP. Begitu kita keluarkan SPHP, harga bisa makin terpukul,” ujarnya. Keputusan ini diambil untuk melindungi kesejahteraan petani dan menjaga agar harga gabah tidak tertekan lebih dalam.

Data BPS menunjukkan bahwa meski harga beras turun, produksi tetap tinggi. Sekitar 60% harga gabah saat ini sudah menyentuh HPP atau di bawahnya, namun 40% lainnya masih perlu didorong agar setara.

Pemerintah berkomitmen untuk mengejar kesetaraan harga gabah dengan HPP secara nasional demi mencegah kerugian petani.

Langkah Amran sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya petani sebagai fondasi ketahanan pangan.

Dengan menjaga kesejahteraan petani, produksi beras nasional diharapkan berkelanjutan, meski tantangan musim kemarau terus berlangsung.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK