Fakta Nasional

Mengejutkan! IHSG Jebol pada Perdagangan Selasa 8 April 2025

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pada perdagangan Selasa (8/4/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang cukup tajam. Sampai penutupan hari kemarin, indeks ditutup di posisi 5.996,14, mengalami pelemahan hingga 7,90% dalam sehari…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 09 April 2025 📖 1 menit
Mengejutkan! IHSG Jebol pada Perdagangan Selasa 8 April 2025
IHSG/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pada perdagangan Selasa (8/4/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang cukup tajam.

Sampai penutupan hari kemarin, indeks ditutup di posisi 5.996,14, mengalami pelemahan hingga 7,90% dalam sehari.

Kondisi ini memicu kehebohan di kalangan investor yang semakin memantau setiap pergerakan pasar.

Pada sesi pembukaan hari berikutnya, IHSG bahkan sempat mengalami trading halt atau penghentian perdagangan sementara karena penurunan mencapai lebih dari 8%.

Melihat kondisi teknikal, trend IHSG masih menunjukkan kecenderungan penurunan.

Para analis mencatat bahwa meskipun posisi saat ini tertekan, terdapat potensi rebound yang bisa terjadi sebagai “dead cat bounce”.

Hal ini didasari oleh target resistance yang terbentuk pada gap harga di level 6300 sejak 26 Maret 2025.

Di sisi lain, support terdekat terlihat berada di level 5700, yang merupakan garis horizontal yang terbentuk dari low candle pada 20 Mei 2021.

Strategi yang cermat dari para pelaku pasar sangat dibutuhkan, mengingat tren teknikal yang masih menunjukkan kekuatan negatif dengan peluang rebound bersifat sementara.

Pergerakan indeks ini tidak lepas dari dinamika global. Pengaruh pemulihan mayoritas bursa saham di kawasan Eropa dan Asia, seperti penguatan Nikkei Jepang yang sempat naik 6%, turut memberikan angin segar bagi potensi rebound IHSG.

Namun, sentimen negatif masih membayangi pasar karena adanya pemberlakuan tarif resiprokal dari pihak Trump pada malam harinya.

Penurunan drastis posisi rupiah ke level terendah sepanjang masa semakin menambah tekanan.

Beberapa negara pun sudah melakukan aksi balasan seperti China dan Prancis, sedangkan Indonesia dihadapkan pada negosiasi yang harus rampung paling lambat tengah bulan ini.

Sebagai catatan, para analis di GlobalData mengingatkan bahwa nasib ekonomi ke depan sangat bergantung pada kejelasan kebijakan dan keterlibatan diplomatik, mengingat kekhawatiran perang dagang yang baru saja muncul ini.

Dengan perkembangan ini, investor dituntut untuk selalu mengawasi berita serta melakukan analisa teknikal yang mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK