Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Galangan Kapal Batam: Perkuat KCR 60 dan Kapal Serang Ringan Buatan Lokal
FAKTANASIONAL.NET – Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja strategis ke pusat industri galangan kapal nasional di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (17/3/2026). Kunjungan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam memper…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET– Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja strategis ke pusat industri galangan kapal nasional di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (17/3/2026).
Kunjungan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam mempercepat kemandirian alutsista matra laut melalui optimalisasi kapasitas industri dalam negeri.
Dalam peninjauan tersebut, Menhan fokus memastikan bahwa proyek-proyek kapal perang yang tengah dibangun dapat memenuhi kualifikasi operasional TNI Angkatan Laut (AL) guna menjaga kedaulatan maritim Indonesia.
Progres KCR 60 dan Kapal Serang Ringan
Lokasi pertama yang dikunjungi Menhan adalah PT Palindo Marine Shipyard. Di sana, Sjafrie melihat langsung detak pembangunan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 serta proses perakitan kapal serang ringan.
Armada ini diproyeksikan menjadi tulang punggung patroli cepat di wilayah perairan strategis Indonesia.
Selain itu, saat bergeser ke PT Batamec Shipyard, Menhan melakukan inspeksi terhadap pembangunan Offshore Patrol Vessel (OPV-3).
Ia memastikan bahwa kapal patroli lepas pantai tersebut dibangun dengan standar teknologi modern untuk menghadapi dinamika ancaman di zona ekonomi eksklusif.
“Pembangunan OPV-3 terus berjalan dengan baik dan didukung oleh teknologi modern,” tegas Sjafrie Sjamsoeddin saat memastikan kesiapan infrastruktur di Batamec Shipyard.
Dampak Ekonomi dan Literasi Industri
Upaya penguatan kemandirian alutsista ini tidak hanya bertujuan untuk kepentingan militer semata.
Pemerintah memandang pengembangan galangan kapal di Batam sebagai motor penggerak ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapabilitas teknologi bagi putra-putri bangsa.
Langkah ini juga menjadi bagian dari literasi positif mengenai fakta bahwa industri maritim Indonesia kini mampu bersaing secara global.
Dengan membangun kapal perang di dalam negeri, Indonesia tidak hanya menghemat devisa tetapi juga memperkuat posisi tawar di kawasan regional.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.