Menjelang Putusan MK, Gestur Jokowi dan Prabowo Jadi Sorotan
FAKTANASIONAL.NET - Menjelang pengumuman keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), perhatian publik kembali tertuju pada gestur Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Prabowo Subianto. Momen tersebut terpantau dalam unggahan media sosial pada 5 Oktobe…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Menjelang pengumuman keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), perhatian publik kembali tertuju pada gestur Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Prabowo Subianto. Momen tersebut terpantau dalam unggahan media sosial pada 5 Oktober 2026.
Dalam narasi yang beredar, suasana di antara Jokowi dan Prabowo disebut memperlihatkan ketegangan. Gestur keduanya bahkan dinilai sulit menyembunyikan situasi yang terjadi saat menunggu keputusan MK.
“Ketegangan antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo tidak bisa berbohong, gestur mereka tidak bisa berbohong,” demikian narasi dalam unggahan tersebut.
Sementara itu, Prabowo terlihat lebih hangat ketika berinteraksi dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Keduanya disebut mempertahankan kontak mata dalam momen tersebut.
Berbeda dengan suasana antara Prabowo dan SBY, Jokowi dalam unggahan itu disebut tampak mengatur posisinya sendiri. Narasi tersebut menggambarkan Jokowi terlihat beberapa kali “clingak-clinguk” dan berada dalam situasi yang dinilai serba canggung.
“Pak Prabowo begitu hangat kepada Pak SBY, mereka berdua maintain kontak mata, sementara Pak Jokowi dibiarkan mengatur sendiri blockingnya, sering clingak clinguk serba canggung,” bunyi narasi yang dikutip dari media sosial pada 5 Oktober 2026.
Perhatian kemudian diarahkan pada agenda pengumuman keputusan MK yang disebut akan berlangsung besok. Dalam narasi yang beredar, hasil keputusan tersebut bahkan disebut hampir dapat dipastikan akan berdampak terhadap Gibran.
“Besuk pengumuman MK hasilnya hampir bisa dipastikan Gibran didiskualifikasi,” demikian isi narasi tersebut.
Narasi yang sama juga menyebut dukungan politik terhadap Prabowo. Ketua MPR dari Gerindra, Ketua DPR dari PDIP, serta seluruh partai koalisi disebut berada dalam posisi tegak lurus dengan Prabowo.
Informasi tersebut menjadi bagian dari narasi yang beredar bersamaan dengan sorotan terhadap gestur para tokoh menjelang pengumuman keputusan MK.
Seluruh perkembangan tersebut masih merujuk pada informasi yang beredar melalui media sosial pada 5 Oktober 2026.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.