Fakta Nasional

Menkeu Akui Desain Coretax Cacat, Jasa Joki Pajak Menjamur di Media Sosial

FAKTANASIONAL.NET - Munculnya fenomena joki sistem perpajakan Coretax di media sosial tengah menjadi sorotan tajam pemerintah. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menanggapi serius maraknya tawaran jasa pengurusan pajak dan pelaporan SPT dengan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 07 April 2026 📖 1 menit
Menkeu Akui Desain Coretax Cacat, Jasa Joki Pajak Menjamur di Media Sosial
Kementerian Keuangan memastikan akan memperketat proses audit sebelum mencairkan dana alokasi pengadaan mobil pikap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih guna mengantisipasi potensi kerugian negara. (Dok. Instagram @kemenkeuri)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Munculnya fenomena joki sistem perpajakan Coretax di media sosial tengah menjadi sorotan tajam pemerintah.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menanggapi serius maraknya tawaran jasa pengurusan pajak dan pelaporan SPT dengan tarif mulai dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu yang beredar luas di platform digital.

Purbaya mengakui adanya celah dalam desain sistem Coretax yang dinilai kurang ramah bagi pengguna awam.

Pada Senin, 6 April 2026, ia mengungkapkan di Jakarta bahwa kerumitan sistem inilah yang menciptakan peluang bisnis bagi pihak ketiga.

Ketidaksiapan desain membuat masyarakat lebih memilih menggunakan perantara atau joki daripada harus berurusan langsung dengan antarmuka yang membingungkan.

Merespons situasi ini, pemerintah berkomitmen untuk segera melakukan pembenahan total.

Menkeu menegaskan bahwa celah fungsional pada Coretax akan diperbaiki agar sistem tersebut dapat diakses dengan mudah oleh semua kalangan tanpa bantuan joki.

Targetnya, integrasi teknologi perpajakan ke depan harus lebih sederhana dan transparan agar tidak disalahgunakan sebagai ladang bisnis perantara di tengah proses birokrasi.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK