Fakta Nasional

Menkeu Blak-blakan: Perlambatan Ekonomi Awal Tahun Bukan Karena Global, Tapi 'Salah Urus' Dalam Negeri

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuat pengakuan mengejutkan terkait penyebab perlambatan ekonomi nasional pada awal tahun 2025. Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR pada Kamis (27/11/2025), Purbaya sec…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 28 November 2025 📖 1 menit
Menkeu Blak-blakan: Perlambatan Ekonomi Awal Tahun Bukan Karena Global, Tapi 'Salah Urus' Dalam Negeri
Kemenkeu resmi mengantongi persetujuan pagu indikatif sebesar Rp49,8 triliun untuk tahun 2027 guna mendukung pengelolaan fiskal yang lebih efektif./Dok.net

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuat pengakuan mengejutkan terkait penyebab perlambatan ekonomi nasional pada awal tahun 2025. Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR pada Kamis (27/11/2025), Purbaya secara gamblang menyatakan bahwa pelemahan ekonomi selama periode Januari hingga Agustus 2025 bukan semata akibat tekanan eksternal global, melainkan karena kekeliruan kebijakan di dalam negeri.

Salah Tata Kelola Memicu Frustrasi Publik

Purbaya dengan tegas menyebut bahwa perlambatan itu terjadi karena "salah urus di dalam negeri" dalam tata kelola kebijakan nasional, yang kini diklaimnya telah diperbaiki. Data menunjukkan bahwa pada kuartal I 2025, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,87 persen, angka terlemah sejak kuartal III 2021. Kinerja ekonomi yang lemah ini, menurut Purbaya, berdampak langsung pada naiknya tingkat frustrasi publik, yang puncaknya terlihat dalam aksi-aksi turun ke jalan (demonstrasi) yang terjadi di masa-masa tersebut.

Bahaya Jika Ekonomi Tak Dibalik Arah

Menkeu Purbaya menekankan bahwa lemahnya kinerja ekonomi dalam beberapa bulan terakhir telah menimbulkan gambaran ketidakpuasan yang besar di tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa jika pemerintah tidak segera membalik arah ekonomi ke tren yang positif, Indonesia akan berada dalam keadaan yang berbahaya dari sisi stabilitas sosial. Purbaya menegaskan kembali bahwa perbaikan tata kelola di dalam negeri adalah kunci untuk menumbuhkan kembali ekonomi dan meredakan gejolak sosial.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK