Fakta Nasional

Menkeu Purbaya Tegaskan Komitmen Tekan Utang dan Efisiensi Belanja Negara

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk menekan penerbitan utang baru. Ia menyebut Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengupayakan pembiayaan negara yang lebih efisien dengan menguran…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 12 October 2025 📖 1 menit
Menkeu Purbaya Tegaskan Komitmen Tekan Utang dan Efisiensi Belanja Negara
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa/Instagram.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk menekan penerbitan utang baru. Ia menyebut Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengupayakan pembiayaan negara yang lebih efisien dengan mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman.

Namun, apabila utang tetap diperlukan, penggunaannya harus memberikan manfaat langsung bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita akan berusaha meminimalkan penerbitan utang. Kalau pun ada utang, penggunaannya harus benar-benar optimal—tidak boleh ada kebocoran dan harus berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan rakyat,” ujar Purbaya dalam konferensi pers virtual bersama media di Bogor, Jawa Barat, yang dikutip redaksi, Minggu (12/10/2025).

Selain mengendalikan utang, Purbaya juga menekankan efisiensi dalam belanja negara. Ia memastikan akan memangkas pos anggaran yang dinilai tidak produktif tanpa mengganggu program prioritas nasional.

“Kita akan kendalikan belanja agar lebih efisien. Artinya, pengeluaran yang tidak penting akan dipangkas. Ini bukan berarti mengurangi program pemerintah, tetapi menghapus belanja yang tidak memberikan manfaat nyata dan hanya memboroskan anggaran, sebagian di antaranya bersumber dari utang,” tegasnya.

Berdasarkan data Kemenkeu per Juni 2025, total utang pemerintah pusat tercatat sebesar Rp9.138,05 triliun atau 39,86 persen dari produk domestik bruto (PDB). Rasio tersebut mendekati batas psikologis 40 persen yang selama ini dijaga pemerintah.

Dari total tersebut, pinjaman mencapai Rp1.157,18 triliun, sedangkan surat berharga negara (SBN) senilai Rp7.980,87 triliun. Angka ini sedikit menurun dibandingkan posisi Mei 2025 yang tercatat Rp9.177,48 triliun, menurut data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK