Fakta Nasional

Menkeu Purbaya Turun Gunung Sidak DJPb: Jaga Likuiditas di Tengah Defisit APBN Rp164 Triliun

FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, melakukan kunjungan inspeksi mendadak ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan pada Selasa (2/6/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 04 June 2026 📖 1 menit
Menkeu Purbaya Turun Gunung Sidak DJPb: Jaga Likuiditas di Tengah Defisit APBN Rp164 Triliun
Menkeu Purbaya Turun Gunung Sidak DJPb: Jaga Likuiditas di Tengah Defisit APBN Rp164 Triliun/(Kemenku)

FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, melakukan kunjungan inspeksi mendadak ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan pada Selasa (2/6/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung kinerja pengelolaan kas negara di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompleks. Merujuk pada informasi resmi yang dilansir dari CNBC Indonesia, agenda ini bukanlah kunjungan perdana, melainkan rutinitas Purbaya dalam menyambangi seluruh unit eselon satu.

Dalam peninjauan tersebut, Menkeu didampingi langsung oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan, Astera Primanto Bhakti. Purbaya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran DJPb yang telah bekerja keras mengamankan likuiditas.

Menurutnya, tata kelola kas yang optimal adalah kunci utama dalam mengeksekusi kebijakan fiskal secara presisi, sehingga mampu menjadi katalisator pertumbuhan perekonomian nasional di masa-masa penuh tantangan seperti saat ini.

Peran DJPb kian krusial sebagai garda terdepan penjaga likuiditas pemerintahan. Lembaga ini bertanggung jawab atas perputaran dana negara melalui penempatan kas di Bank Indonesia dan bank umum, hingga manuver pembelian maupun penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder serta pengelolaan valuta asing.

Manajemen risiko yang ketat, evaluasi pasar berkala, dan cash planning yang matang terbukti membantu optimalisasi idle cash.

Bahkan, efisiensi pengelolaan ini secara tidak langsung menyokong penguatan nilai tukar rupiah berkat stabilitas pasar keuangan yang terus terjaga. Dirjen Perbendaharaan, Astera Primanto Bhakti, turut berterima kasih atas dukungan penuh Menkeu terhadap kinerja operasional institusinya.

Inspeksi ini relevan dengan kondisi kesehatan fiskal terbaru yang dirilis Purbaya pertengahan Mei lalu. Laporan kinerja APBN hingga akhir April 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp164,4 triliun, atau setara 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), kendati keseimbangan primer masih membukukan surplus Rp28 triliun.

Pelebaran defisit ini dipicu oleh akselerasi Belanja Negara yang menyentuh angka Rp1.082,8 triliun (28,2 persen dari pagu), sementara Pendapatan Negara baru terkumpul Rp918,4 triliun (29,1 persen). Untuk menutupi celah tersebut, pemerintah telah merealisasikan pembiayaan anggaran hingga Rp298,5 triliun, mencapai 43,3 persen dari target tahun ini.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK