Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Fondasi Ekonomi Kuat Kunci Kendalikan Gejolak Rupiah
FAKTANASIONAL.NET – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa penguatan fondasi ekonomi nasional merupakan instrumen paling vital dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Hal ini disampaikan menyusul fluktuasi mata uang garuda yang…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa penguatan fondasi ekonomi nasional merupakan instrumen paling vital dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Hal ini disampaikan menyusul fluktuasi mata uang garuda yang sempat menyentuh angka Rp17.000 per dolar AS akibat tekanan ekonomi global.
Menurut Purbaya, kondisi internal ekonomi yang sehat akan memberikan ruang gerak yang lebih mudah bagi pemerintah dalam mengintervensi maupun menjaga nilai tukar.
“Selama fondasi ekonomi kita bagus, mengendalikan rupiah lebih gampang dibanding kalau ekonomi lagi berantakan,” ujar Purbaya saat tiba di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Sinergi Pemerintah dan Bank Indonesia
Purbaya menggarisbawahi bahwa stabilitas nilai tukar tidak bisa dicapai secara parsial.
Baca Juga: Respons Outlook Negatif Fitch, Menkeu Purbaya Berencana Temui Investor Global pada April Mendatang
Perlu ada keselarasan kebijakan antara sektor fiskal yang dikomandoi pemerintah dan sektor moneter oleh Bank Indonesia (BI).
Pemerintah berfokus pada penjagaan pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan likuiditas, sementara BI berperan aktif memonitor pergerakan pasar secara harian.
“Kalau kita memastikan perkembangan ekonomi bagus, uang di sistem cukup, dan BI mungkin monitor keadaan nilai tukar seperti apa. Jadi, kerjasama yang enak antara pemerintah dengan BI perlu untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” jelas Menkeu.
Antisipasi Gejolak Pasar Global
Menghadapi ketidakpastian ekonomi dunia yang terus membayangi, koordinasi yang solid antara pemangku kebijakan diyakini mampu menjadi benteng pertahanan yang kuat.
Purbaya optimis bahwa tantangan eksternal akan lebih mudah diredam jika otoritas fiskal dan moneter berjalan seirama.
“Dan kalau kompak seperti ini, enggak terlalu sulit mengendalikan gejolak pasar dunia,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.