Fakta Nasional

Mentan Amran Sulaiman Tindak Tegas Mafia MinyaKita: Jangan Beri Ampun!

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengirimkan pesan kuat kepada para spekulan pangan menjelang bulan suci Ramadan. Dalam inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kebayoran, Jakarta, Sabtu (21/2/2026), Mentan menemukan anom…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 22 February 2026 📖 1 menit
Mentan Amran Sulaiman Tindak Tegas Mafia MinyaKita: Jangan Beri Ampun!
Menteri Pertanian Amran Sulaiman/net

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengirimkan pesan kuat kepada para spekulan pangan menjelang bulan suci Ramadan.

Dalam inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kebayoran, Jakarta, Sabtu (21/2/2026), Mentan menemukan anomali harga pada produk MinyaKita yang dijual jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Produk yang seharusnya dibanderol Rp 15.700 per liter justru melonjak hingga Rp 19.000 per liter di tangan konsumen.

Mentan menegaskan bahwa langkah hukum tidak akan menyasar pengecer kecil, melainkan fokus pada distributor besar dan produsen yang nakal.

Dengan menggandeng Polda Metro Jaya, unit usaha yang terbukti melakukan pelanggaran akan langsung disegel.

Amran bahkan membeli sendiri dua kemasan MinyaKita sebagai barang bukti otentik untuk menelusuri sumber kemacetan distribusi yang memicu kenaikan harga tidak wajar ini.

Sangat ironis jika Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia—menyumbang 58% produksi global—mengalami kelangkaan minyak goreng di dalam negeri. Secara fundamental, pasokan CPO nasional sangat melimpah dengan nilai ekspor yang mencapai US$ 24,42 miliar sepanjang 2025.

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga agar kekuatan produksi nasional bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas, terutama saat kebutuhan meningkat di bulan Ramadan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK