Mentan Tegaskan Impor Gandum dan Kedelai AS Jadi Prioritas
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Indonesia kembali mengambil langkah strategis di sektor pertanian dengan memperkuat kerjasama dagang bersama Amerika Serikat. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa di bawah kesepaka…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Indonesia kembali mengambil langkah strategis di sektor pertanian dengan memperkuat kerjasama dagang bersama Amerika Serikat. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa di bawah kesepakatan tarif resiprokal 19%, Indonesia akan memfokuskan impor dua komoditas utama yakni gandum dan kedelai. Kebijakan ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan bahan baku pangan dan pakan ternak bagi kebutuhan dalam negeri.
Amran menjelaskan bahwa gandum dan kedelai menjadi pilihan utama karena keduanya memiliki peran sentral dalam industri makanan dan peternakan.
Gandum banyak digunakan oleh sektor industri roti, mie, dan produk olahan lainnya, sementara kedelai penting untuk pembuatan tempe, tahu, serta pakan ternak. “Kita fokus impor dari AS itu gandum dan kemudian kedelai, itu dua komoditasnya,” ujarnya seusai rapat koordinasi terbatas di Kemenko Perekonomian pada Jumat, 25 Juli 2025.
Meskipun gandum dan kedelai menjadi prioritas, Amran membuka kemungkinan masuknya produk lain seperti susu dan jagung jika kebutuhan dalam negeri belum terpenuhi. Namun, ia menegaskan bahwa setiap keputusan impor akan selalu mempertimbangkan kepentingan petani lokal. “Petani tetap harus kita bela, jadi kita impor kalau kebutuhan dalam negeri tidak cukup. Iya kan?” tambahnya.
Kesepakatan dengan AS menurunkan tarif impor produk Indonesia dari sebelumnya 32% menjadi 19%, sekaligus mengikat komitmen Indonesia membeli produk pertanian AS senilai US$ 4,5 miliar (Rp 73 triliun). Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa kebijakan ini membuka akses penuh bagi produk pertanian AS ke pasar Indonesia—termasuk gandum dan kedelai—dengan tarif 19% tanpa timbal balik beban tarif.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.