Menu Ramadan Dinilai 'Minimalis', Ratusan Satuan Pelayanan Makan Gratis Disuspensi!
FAKTANASIONAL.NET - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tengah berada dalam pengawasan ketat. Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah berani dengan menghentikan sementara operasional ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tengah berada dalam pengawasan ketat. Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah berani dengan menghentikan sementara operasional ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Keputusan ini diambil menyusul adanya temuan kualitas pelayanan yang dianggap jauh dari standar kelayakan nasional.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa salah satu pemicu utama pengetatan ini adalah evaluasi penyajian menu selama bulan Ramadan kemarin yang dinilai terlalu minimalis. Hal ini memicu persepsi negatif di tengah masyarakat dan dianggap tidak memenuhi esensi gizi yang dijanjikan.
Selain masalah menu, pada Senin, 30 Maret 2026, Dadan menjelaskan bahwa dari 1.030 unit yang ada, sebanyak 760 SPPG masih berstatus suspend. Kendala teknis menjadi alasan utama, mulai dari belum dimilikinya Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS), absennya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga porsi makanan yang tidak konsisten.
Presiden telah memberikan arahan tegas bahwa jangkauan luas program tidak boleh mengorbankan kualitas. BGN kini mewajibkan seluruh mitra penyedia untuk mengedepankan prinsip fresh food atau makanan segar.
Tidak ada toleransi bagi pengelola yang mengabaikan aspek kebersihan dan ketepatan nutrisi bagi penerima manfaat.
Langkah suspensi ini bukan bertujuan untuk menghentikan program, melainkan bentuk pembinaan agar kepercayaan publik tetap terjaga. SPPG yang saat ini dibekukan baru diperbolehkan beroperasi kembali setelah melewati verifikasi ulang yang ketat.
Harapannya, Program MBG benar-benar menjadi fondasi kuat bagi peningkatan status gizi generasi mendatang, bukan sekadar proyek seremoni tanpa isi.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.