Fakta Nasional

Menu Ramadhan Tanpa UPF: Inovasi Makan Bergizi Gratis dari BGN

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk lebih kreatif dalam menyajikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Fokus utama kebijakan ini adalah menghin…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 19 February 2026 📖 1 menit
Menu Ramadhan Tanpa UPF: Inovasi Makan Bergizi Gratis dari BGN
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana/Dok. BGN.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk lebih kreatif dalam menyajikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

Fokus utama kebijakan ini adalah menghindari penggunaan Ultra Processed Food (UPF) dan lebih mengutamakan bahan pangan lokal yang segar dan sehat bagi para penerima manfaat, dilansir pada 19 Febuari 2026.

Berdasarkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026, menu yang disarankan meliputi telur asin, abon, dendeng kering, hingga kurma.

BGN melarang penyajian makanan yang cepat basi, bercita rasa pedas, atau mengandung bahan tambahan seperti pengawet dan pewarna buatan.

Inisiatif ini bertujuan memastikan kualitas gizi tetap terjaga meski dalam bentuk paket kemasan sehat, dengan tetap memperhatikan standar keamanan pangan kelompok usia.

Untuk memudahkan identifikasi, distribusi menggunakan sistem dua tas kain (tote bag) dengan warna berbeda (misalnya merah dan biru) yang ditukar setiap hari.

Sementara untuk periode cuti bersama Idul Fitri, BGN menerapkan paket bundling kemasan sehat yang diberikan lebih awal.

Namun, diingatkan bahwa makanan tersebut memiliki batas konsumsi maksimal tiga hari agar tetap layak dan aman dikonsumsi.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK