Fakta Nasional

Menuju Indonesia Nuklir 2032: Harapan dan Kehati-hatian di Senayan

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Rencana ambisius pemerintah untuk mengintegrasikan energi nuklir ke dalam sistem kelistrikan nasional mendapatkan respons positif dari DPR RI. Anggota Komisi XII, Ratna Juwita Sari, mendukung langkah transisi energi ini…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 19 February 2026 📖 1 menit
Menuju Indonesia Nuklir 2032: Harapan dan Kehati-hatian di Senayan
Araghchi Tuntut Ganti Rugi AS Sebagai Syarat Lanjutan Negosiasi Nuklir/(pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Rencana ambisius pemerintah untuk mengintegrasikan energi nuklir ke dalam sistem kelistrikan nasional mendapatkan respons positif dari DPR RI.

Anggota Komisi XII, Ratna Juwita Sari, mendukung langkah transisi energi ini namun memberikan catatan kritis terkait aspek keamanan.

Transformasi menuju energi bersih memang mendesak, tetapi nuklir bukanlah proyek sembarangan yang bisa dikerjakan tanpa persiapan matang, 18 Februari 2026.

Ratna menegaskan bahwa meski nuklir efektif menekan emisi karbon, risikonya sangat besar. Oleh karena itu, transparansi dan pengawasan ketat menjadi harga mati.

Pemerintah diminta memprioritaskan kesiapan teknologi, kualitas sumber daya manusia, serta yang paling penting adalah penerimaan masyarakat secara luas.

Jangan sampai kecanggihan teknologi justru mendatangkan risiko akibat tata kelola yang kurang profesional atau disiplin yang longgar.

Di sisi lain, Kementerian ESDM menargetkan PLTN berkapasitas 500 MW mulai masuk sistem (on-grid) pada 2032.

Untuk mengejar target ini, pembentukan NEPIO (Organisasi Pelaksana Program Energi Nuklir) kini tinggal menunggu tanda tangan Presiden melalui Perpres.

Ratna juga mengingatkan agar fokus pada nuklir tidak mengabaikan proyek energi terbarukan lain yang sudah berjalan, seperti pabrik bioetanol, demi menjaga konsistensi kebijakan energi nasional.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK