Menuju Panggung Dunia: Indonesia Resmi "Daftarkan" Dangdut ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda
FAKTANASIONAL.NET – Musik dangdut kini bersiap melakukan lompatan besar dari panggung rakyat menuju pengakuan dunia. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, secara resmi mengumumkan komitmen pemerintah untuk mengajukan genre musik khas ini sebagai Warisan Bu…
FAKTANASIONAL.NET – Musik dangdut kini bersiap melakukan lompatan besar dari panggung rakyat menuju pengakuan dunia.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, secara resmi mengumumkan komitmen pemerintah untuk mengajukan genre musik khas ini sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (Intangible Cultural Heritage of Humanity) ke UNESCO.
Langkah ini bukan sekadar mengejar status, melainkan upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kancah global.
Fadli Zon menegaskan bahwa modal utama telah dikantongi, yakni status dangdut yang sudah resmi terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Dalam pertemuannya dengan Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) di Jakarta, Selasa (24/2), Fadli Zon menekankan bahwa pengajuan ini tidak akan dilakukan sepihak oleh pemerintah, melainkan melibatkan ekosistem musik secara luas.
Baca Juga: Delegasi Museum Prancis Jajaki Kerja Sama dengan Keraton Yogyakarta
“Tentu hal ini harus dilakukan bersama komunitasnya, dalam hal ini PAMDI dan organisasi-organisasi lain dan para musisi yang sudah mumpuni di bidang ini,” jelas Fadli Zon.
Saat ini, kementerian tengah bersiap menyusun naskah akademik dan dokumen dossier pengusulan yang komprehensif.
Persiapan teknis dan administratif ini menjadi kunci agar pengajuan Indonesia memiliki landasan kuat di meja sidang UNESCO.
Rencana besar ini mendapat dukungan penuh dari sang Raja Dangdut sekaligus Ketua Umum PAMDI, Rhoma Irama. Baginya, momen ini adalah kesempatan emas untuk menegaskan kembali akar sejarah dangdut yang seringkali disalahartikan.
Rhoma secara tegas menepis anggapan bahwa dangdut merupakan turunan dari budaya negara lain.
“Sampai sekarang masih ada yang mengatakan dangdut berasal dari India dan bukan budaya kita. Saya sebagai pelaku sejarah revolusi musik dangdut dapat bersaksi bahwa dangdut berasal dari perkembangan orkes Melayu,” ujar Rhoma Irama.
Ia menjelaskan bahwa dangdut lahir dari evolusi orkes Melayu yang mengalami asimilasi unik hingga membentuk karakter harmoni yang khas dan menjadi identitas asli bangsa Indonesia.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah bersama komunitas musik akan segera merumuskan naskah akademik serta dokumen pendukung lainnya.
Selain urusan administratif, serangkaian langkah diplomasi lintas negara juga disiapkan untuk memastikan klaim Indonesia mendapatkan dukungan internasional.
Pengajuan dangdut ke UNESCO diharapkan menjadi simbol kedaulatan budaya, membuktikan bahwa musik yang lahir dari akar rumput Indonesia mampu menjadi warisan bagi seluruh umat manusia.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.