Fakta Nasional

Merinding! Sindrom Cotard, Penyakit Mental yang Membuat Penderitanya Merasa Sudah Mati

FAKTANASIONAL.NET - Pernahkah Anda membayangkan hidup namun merasa jiwa dan raga ini sebenarnya sudah tiada? Terdengar seperti skenario film horor, tetapi fenomena ini benar-benar ada di dunia medis. Kondisi ini dikenal dengan nama Cotard's syndrome…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 15 April 2026 📖 1 menit
Merinding! Sindrom Cotard, Penyakit Mental yang Membuat Penderitanya Merasa Sudah Mati
Merinding! Sindrom Cotard, Penyakit Mental yang Membuat Penderitanya Merasa Sudah Mati/(pixabay)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Pernahkah Anda membayangkan hidup namun merasa jiwa dan raga ini sebenarnya sudah tiada? Terdengar seperti skenario film horor, tetapi fenomena ini benar-benar ada di dunia medis.

Kondisi ini dikenal dengan nama Cotard's syndrome, sebuah gangguan mental sangat langka yang membuat penderitanya memiliki keyakinan absolut bahwa dirinya sudah meninggal dunia.

Tidak hanya itu, mereka bisa merasa telah kehilangan bagian tubuh tertentu, membusuk, atau bahkan merasa eksistensinya di dunia ini tidak pernah ada sama sekali.

Sindrom Cotard, yang juga sering disebut sebagai delusi nihilistik atau sindrom mayat berjalan, bukanlah penyakit yang berdiri sendiri.

Biasanya, kondisi kelainan psikologis ini muncul sebagai komplikasi atau bersamaan dengan masalah kejiwaan yang sangat berat.

Penderita depresi akut, gangguan bipolar, hingga skizofrenia adalah kelompok yang paling rentan mengalami ilusi mengerikan ini. Bagi orang sehat, pemikiran ini mungkin tidak masuk akal.

Namun, bagi penderita sindrom Cotard, perasaan bahwa mereka telah menjadi mayat terasa seratus persen nyata dan sangat meyakinkan. Kesalahan pemrosesan di otak membuat mereka terputus dari realitas emosional dan fisik mereka sendiri.

Konsekuensi dari sindrom mayat berjalan ini jauh lebih menakutkan daripada sekadar pikiran yang menyimpang. Pada tahap yang tergolong berat, penderita sindrom Cotard bisa membahayakan nyawanya sendiri secara perlahan.

Mengapa demikian? Karena mereka menganggap dirinya sudah tidak hidup, logika mereka menyimpulkan bahwa mayat tidak membutuhkan asupan apa pun.

Alhasil, penderita akan menolak untuk makan, berhenti minum, dan sama sekali tidak merawat kebersihan atau kesehatan diri.

Jka tidak segera mendapatkan intervensi psikiatris dan perawatan medis yang tepat, penderita benar-benar bisa meninggal akibat kelaparan ekstrem atau komplikasi kesehatan lainnya yang diabaikan begitu saja.[dit]

Sumber: Allodokter


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK