Fakta Nasional

Misteri Koper Biru di Rumah Dinas Topan Ginting yang dibawa KPK

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Penggeledahan gedung dinas mantan Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Obaja Putra Ginting, berlangsung dramatis pada Selasa malam, 1 Juli 2025. Setelah hampir empat jam menelusuri setiap sudut rumah dinas di Jalan Busi, Medan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 02 July 2025 📖 1 menit
Misteri Koper Biru di Rumah Dinas Topan Ginting yang dibawa KPK
Bupati Muara Enim Edison berjalan melewati kerumunan awak media saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kavling C1, Kuningan, Jakarta Selatan./fkn
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Penggeledahan gedung dinas mantan Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Obaja Putra Ginting, berlangsung dramatis pada Selasa malam, 1 Juli 2025. Setelah hampir empat jam menelusuri setiap sudut rumah dinas di Jalan Busi, Medan, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menuntaskan operasi dengan membawa sebuah koper biru yang diduga menyimpan bukti penting.

Sekitar pukul 21.00 WIB, petugas KPK berseragam hitam-hijau muncul di pintu samping rumah dinas Ginting dan tanpa basa-basi mengeluarkan koper ukuran sedang. Guyuran hujan deras membuat para jurnalis kesulitan mengambil foto dan video. Meski demikian, suara deru generator lampu sorot dan lampu kendaraan bertambah riuh saat koper itu dipindahkan ke mobil investigasi.

Tiga unit mobil KPK segera meninggalkan lokasi sambil dikawal satu mobil patroli Sat Sabhara Polrestabes Medan. Hingga berita diturunkan, KPK belum merilis konfirmasi resmi tentang isi koper—apakah berisi dokumen kontrak proyek jalan, alat bukti elektronik, atau data keuangan. Operasi ini adalah lanjutan setelah penyitaan dokumen di kantor Dinas PUPR Sumut beberapa pekan lalu.

Masyarakat Medan menyambut langkah KPK dengan antusiasme, berharap penyidikan kasus dugaan suap proyek infrastruktur jalan di Sumut segera tuntas. Dengan modus operasi malam hari yang penuh misteri, publik menantikan keterangan resmi dari pihak berwenang agar semua bukti bisa diungkap secara transparan.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK