Mundur dari Anthropic, Peneliti AI Ini Peringatkan Superintelijen Bisa Lepas Kendali
FAKTANASIONAL.NET - Kekhawatiran mengenai perkembangan kecerdasan buatan (AI) kembali mencuat setelah Jacob Coxon, peneliti AI asal Inggris, mengundurkan diri dari Anthropic, perusahaan pengembang chatbot Claude, pada September 2026. Coxon menilai A…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Kekhawatiran mengenai perkembangan kecerdasan buatan (AI) kembali mencuat setelah Jacob Coxon, peneliti AI asal Inggris, mengundurkan diri dari Anthropic, perusahaan pengembang chatbot Claude, pada September 2026.
Coxon menilai Anthropic bersama pesaing utamanya, OpenAI, terlalu agresif mengejar pengembangan AI tingkat lanjut tanpa mempertimbangkan risiko terhadap keselamatan manusia secara memadai.
“Tidak ada satu pun dari kedua perusahaan itu yang bertindak secara bertanggung jawab. Mereka berlomba lurus menuju superintelijen yang dapat memperbaiki dirinya sendiri dan mempertaruhkan nyawa kita,” tulis Coxon melalui akun X miliknya.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian luas. Dikutip dari SINDOnews pada Minggu, 13 September 2026, majalah TIME mencatat unggahan Coxon telah dilihat lebih dari 90 juta kali dalam waktu kurang dari 24 jam.
Sementara itu, WIRED melaporkan jumlah tayangan unggahan tersebut telah menembus lebih dari 100 juta kali.
Coxon diketahui berusia 27 tahun dan merupakan lulusan matematika Universitas Cambridge.
Selama sekitar tiga tahun, ia terlibat dalam penelitian pretraining, yakni tahap awal pengembangan model AI yang menggunakan data dalam jumlah sangat besar.
Pengalamannya mencakup pekerjaan di dua perusahaan teknologi AI terkemuka, OpenAI dan Anthropic. Coxon kemudian bergabung dengan Anthropic pada awal 2026.
Menurut Slate, salah satu alasan yang mendorong perpindahan Coxon ke Anthropic adalah citra perusahaan tersebut yang selama ini dinilai lebih menaruh perhatian terhadap aspek keselamatan AI.
Namun, keputusan Coxon untuk meninggalkan Anthropic sekaligus kritik terbukanya terhadap Anthropic dan OpenAI memperlihatkan adanya perdebatan serius di kalangan peneliti mengenai arah pengembangan teknologi AI.
Peringatan mengenai superintelijen menjadi penting karena sistem AI yang mampu meningkatkan atau memperbaiki kemampuannya sendiri berpotensi memiliki kemampuan jauh melampaui manusia.
Karena itu, persoalan keselamatan, pengawasan, dan kendali manusia menjadi bagian penting dalam perkembangan teknologi tersebut.
Pernyataan Coxon tidak serta-merta membuktikan bahwa AI akan kehilangan kendali atas manusia. Namun, kritik tersebut menunjukkan bahwa semakin kuat kemampuan AI dikembangkan, semakin besar pula kebutuhan terhadap mekanisme pengamanan dan pengawasan yang memadai.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.