Fakta Nasional

Nama Bos Astra Disorot CBA dalam Kasus Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Center for Budget Analysis (CBA) mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memanggil Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Djony Bunarto Tjondro, guna dimintai keterangan terkait dugaan korupsi dalam tata kelola…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 29 December 2025 📖 2 menit
Nama Bos Astra Disorot CBA dalam Kasus Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina
Gedung Jampidsus Kejagung/zul-fkn.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Center for Budget Analysis (CBA) mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memanggil Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Djony Bunarto Tjondro, guna dimintai keterangan terkait dugaan korupsi dalam tata kelola impor minyak mentah dan BBM nonsubsidi di lingkungan Pertamina.

Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menyebut nama Djony Bunarto Tjondro memiliki sejumlah irisan penting dengan perkara yang menyeret mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan. Menurutnya, meski tidak memiliki hubungan keluarga, terdapat keterkaitan struktural dan korporasi yang patut ditelusuri aparat penegak hukum.

Uchok menyoroti peran anak usaha Astra Group, PT United Tractors Tbk, melalui entitas di bawahnya, PT Pamapersada Nusantara, yang disebut ikut berada dalam pusaran kasus tersebut. Ia menyebut PT Pamapersada Nusantara diduga menerima keuntungan hingga Rp 958,38 miliar dalam perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan BBM nonsubsidi.

"PT Pamapersada Nusantara disebut telah diperkaya sebesar Rp 958.380.337.983 dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan BBM nonsubsidi yang menjerat Riva Siahaan,” kata Uchok Sky saat bincang-bincang dengan awak media, Minggu (28/12/2025).

Selain relasi korporasi, Uchok juga menyinggung kesamaan latar belakang pendidikan antara Djony Bunarto Tjondro dan Riva Siahaan sebagai alumni Universitas Trisakti, meski dari disiplin ilmu yang berbeda. Djony merupakan lulusan Fakultas Teknik, sedangkan Riva Siahaan berasal dari jurusan Manajemen Ekonomi.

CBA juga mencatat rekam jejak Djony Bunarto Tjondro di United Tractors. Djony pernah menjabat Komisaris United Tractors pada periode 2017–2020 dan saat ini tercatat sebagai Presiden Komisaris PT United Tractors Tbk serta PT Pamapersada Nusantara, sebagaimana tercantum dalam Laporan Tahunan Astra 2024.

Dalam konteks penanganan perkara, Uchok menilai Kejagung belum bekerja secara optimal. Ia menyoroti belum dibukanya penyelidikan terhadap 13 perusahaan yang diduga menikmati pembelian solar nonsubsidi dengan harga di bawah bottom price bahkan di bawah harga pokok penjualan (HPP).

CBA pun mendorong Kejagung membuka penyelidikan secara komprehensif, termasuk memanggil jajaran direksi dan komisaris United Tractors serta PT Pamapersada Nusantara ke Gedung Bundar Kejagung. Bahkan, jika diperlukan, Djony Bunarto Tjondro selaku Presiden Direktur Astra International Tbk juga perlu dimintai keterangan guna memperjelas alur fakta.

Djony Bunarto Tjondro sendiri menjabat sebagai Presiden Direktur PT Astra International Tbk sejak 2020 dan kembali dipercaya melalui RUPS Tahunan pada April 2023. Ia bergabung dengan Grup Astra sejak 1990 dan telah menduduki berbagai posisi strategis di sejumlah anak usaha, termasuk Toyota-Astra Motor, Astra Honda Motor, Astra Digital Internasional, hingga Astra Sedaya Finance.

CBA berharap Kejagung bersikap objektif dan transparan dalam mengusut kasus dugaan korupsi impor BBM dan solar nonsubsidi, termasuk menelusuri pihak-pihak yang diduga memperoleh keuntungan dari praktik penetapan harga di luar ketentuan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Astra International Tbk belum memberikan tanggapan resmi atas upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan.[Zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK