Nilai Tukar Rupiah Anjlok: Pimpinan Serikat Pekerja Dielus, Rakyat Dimiskinkan dalam Sunyi
PIDATO Presiden Prabowo dengan narasi meremehkan pelemahan rupiah yang sudah dalam, memberikan kesan ketidakberpihakan Presiden kepada nasib masyarakat Indonesia, terutama nasib buruh dan keluarganya. Seluruh rakyat termasuk masyarakat di desa jelas…
Dengarkan Ringkasan
PIDATO Presiden Prabowo dengan narasi meremehkan pelemahan rupiah yang sudah dalam, memberikan kesan ketidakberpihakan Presiden kepada nasib masyarakat Indonesia, terutama nasib buruh dan keluarganya.
Seluruh rakyat termasuk masyarakat di desa jelas akan terdampak dengan pelemahan rupiah. Harga barang akan naik karena banyak industri yang masih mengandalkan bahan baku dari luar negeri. Artinya mereka (industri) butuh dolar untuk membelinya agar produksi bisa tetap berjalan.
Daya beli masyarakat menurun karena harga-harga kebutuhan naik, upah riil buruh menurun sehingga kesejahteraan buruh menurun.
Perusahaan yang tak mampu mengatasi masalah cash flow-nya karena pelemahan nilai tukar rupiah akan mengurangi pekerja. Artinya ancaman terjadi gelombang besar PHK sudah di depan mata.
Aktivis Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) diam tentang hal ini. Mereka tidak mau mengkritisi kondisi saat ini. Diundang seremonial dengan memberikan tepuk tangan kepada pidato yang hanya menyudutkan orang-orang kritis. Padahal mereka memberi masukan untuk perbaikan bangsa.
Jabatan demi jabatan diberikan kepada aktivis buruh, undangan seremonial di mana-mana, sebentar lagi dikirim ke Jeneva untuk menghadiri ILC.
Semua itu adalah upaya untuk meredam buruh yang memang saat ini terancam daya belinya, terancam upah riilnya, terancam di-PHK, yang ujung-ujungnya mereka menjadi miskin secara berlahan tanpa suara.
Pinang Ranti, 17 Mei 2026
Oleh: TIMBOEL SIREGAR (Pemikir Bangsa/Forum Jamsos)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.