Fakta Nasional

Nilai Tukar Rupiah Tembus 18 Ribuan per Dolar AS, Analis: Pelaku Pasar Waspada dengan Kebijakan Gubernur Baru BI

FAKTANASIONAL.NET - Analis dari Bank Woori Saudara, Rully Nova menyatakan rupiah turun lantaran sikap hati-hati pelaku pasar terhadap ajaran kebijakan Bank Indonesia (BI) di bawah Gubernur yang baru. “Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan me…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Moch. Ade Maulidin Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 28 July 2026 📖 1 menit
Nilai Tukar Rupiah Tembus 18 Ribuan per Dolar AS, Analis: Pelaku Pasar Waspada dengan Kebijakan Gubernur Baru BI
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Analis dari Bank Woori Saudara, Rully Nova menyatakan rupiah turun lantaran sikap hati-hati pelaku pasar terhadap ajaran kebijakan Bank Indonesia (BI) di bawah Gubernur yang baru.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah pada kisaran di Rp18 ribu-Rp18.050 per dolar AS (Amerika Serikat) dipengaruhi oleh faktor domestik sikap hati-hati pelaku pasar terhadap arah kebijakan BI di bawah Gubernur yang baru,” katanya di Jakarta pada Selasa (28/7/2026).

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti ditetapkan menjadi pejabat sementara (Pjs) Gubernur BI setelah pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya.

Selanjutnya, pemerintah akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemberhentian Perry Warjiyo secara hormat dari jabatan Gubernur BI.

Setelah tahapan administratif tersebut, proses pergantian Gubernur BI memasuki masa transisi sebelum Presiden mengajukan calon Gubernur BI definitif yang baru.

Berdasarkan Undang-Undang Bank Indonesia (UU BI), Presiden mengusulkan nama calon Gubernur BI baru kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Selanjutnya, Komisi XI DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan sebelum memberikan persetujuan resmi.

Setelah disetujui DPR, calon tersebut ditetapkan dan dilantik oleh Presiden sebagai Gubernur BI definitif.

“Gubernur BI yang baru perlu memprioritaskan penguatan kelembagaan/institusi, terutama kebijakan operasional moneter yang mempengaruhi jumlah uang beredar dan ekspektasi inflasi, di mana seharusnya BI tidak secara langsung membeli obligasi pemerintah di pasar perdana,” ucapnya.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK