Fakta Nasional

Operasi Kortas Tipikor Polri Terkait Febri Dinilai Tak Murni Penegakan Hukum, Praktisi Intelijen: Ada Kepentingan Lain

FAKTANASIONAL.NET - Operasi Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya yang menyeret nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) Febrie Adriansyah dinilai tidak murni penegakan hukum. Ada kepentingan lain di…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: admin Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 11 July 2026 📖 2 menit
Operasi Kortas Tipikor Polri Terkait Febri Dinilai Tak Murni Penegakan Hukum, Praktisi Intelijen: Ada Kepentingan Lain
Praktisi Intelijen, Kolonel (Purn) Sri Rajasa dalam Podcast Madilog Forum Keadilan yang ditayangkan Jumat 10 Juli 2026/Scrsht Youtube Madilog.

FAKTANASIONAL.NET - Operasi Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya yang menyeret nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) Febrie Adriansyah dinilai tidak murni penegakan hukum. Ada kepentingan lain di balik tindakan tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Praktisi Intelijen, Kolonel (Purn) Sri Rajasa dalam Podcast Madilog Forum Keadilan yang ditayangkan Jumat 10 Juli 2026.

Menurut Sri Rajasa, ada kepentingan politik yang mendesak karena ada rencana pergantian Jaksa Agung di mana Febri harus dihambat.

Kedua, ada kepentingan polisi agar Kejagung tidak terlalu kencang menghantam kasus-kasus yang melibatkan polisi seperti kasus MBG.

"Kita lihat, begitu banyaknya barang bukti yang disita dan terang benderangnya penggeledahan yang dilakukan. Tapi sampai saat ini belum ada tersangka yang ditetapkan," kata Sri Rajasa.

"Jika ini murni penegakan hukum dan tidak menyeret nama Jampidsus, maka tersangkanya pasti sudah ditetapkan," tambahnya.

Selain itu, Sri Rajasa juga menilai ada juga kepentingan mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berkaitan dengan sepak terjang Febri sebagai Jampidsus.

"Keberanian Febri dalam membongkar beberapa kasus besar dilihat sebagai ancaman terhadap Pak Jokowi dan Polri," katanya.

"Di depan kelihatan sekali dalam rangka melakukan shock terapi kepada Febri yang selama ini dianggap membuat kerawanan untuk posisi Jokowi dan polisi, kan gitu," tambahnya.

Beberapa kasus besar yang menyentuh persoalan hukum Jokowi di antaranya adalah kasus Pertamina dan kasus Nadim.

Sri Rajasa menilai, Febri akan sangat membahayakan Jokowi jika dia diangkat sebagai Jaksa Agung. Apa lagi Febri dinilai sangat dekat sekali dengan adik Presiden Probowo, Hashim Djojohadikusumo, pimpinan militer serta Menhan.

"Nah, dari dua kasus ini menimbulkan keresahan Pak Jokowi terkait dengan eksistensi Jampisus yang hari ini sudah mulai bergeser orientasi loyalitasnya kepada Presiden (Prabowo)," katanya

"Ini kan perlu di diamputasi nih ya kan. Kalau dia (Febri) jadi Jaksa Agung selesai ini urusan, disikat habis. Karena Jokowi punya pengalaman bahwa Febri adalah algojo yang paling bagus dalam menghantam Jiwasraya dan Asabri," ujar Sri Rajasa.

Prakitisi Intelijen ini juga menilai bahwa operasi ini juga diduga berkaitan dengan kepentingan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang menginginkan adik iparnya yang saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) agar bisa menjadi Jaksa Agung RI.

"Manusiawilah, jika Dasco menginginkan dan memperjaugnkan adik ipar menjadi Jaksa Agung. Ini juga akan menguntungkannya (Dasco)," ungkap Sri Rajasa.

Tak hanya itu, Sri Rajasa menilai Jokowi akan lebih mendukung jika adik ipar Dasco menjadi Jaksa Agung.

Meski sangsi dengan operasi Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya murni sebagai penegakan hukum, namun Sri Rajasa mengajak publik mengawal kasus ini agar murni menjadi penegakan hukum.

"Nah, maka dari itu kita harus kawal. Publik harus kawal, harus menyuarakan terus-menerus sehingga Polri merasa ditekan oleh publik," ajaknya.

"Karena memang kalau kita lihat dari polanya seperti ini (ada niat lain). Padahal sebetulnya kasusnya JP (Jampidsus) sudah diketahui setahun yang lalu mungkin. Polisi sudah pegang, tapi kenapa baru hari ini gitu loh ya kan. Ini kan ada semacam langkah penegakan hukum yang setengah hati gitu loh. Karena apa? Karena sasaran target sebenarnya adalah Febri," tambahnya.[tim]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK