Optimasi Lahan: Polri Evaluasi Program Budidaya Jagung di Tangerang
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Program ketahanan pangan yang diinisiasi oleh Polri di Desa Bantarpanjang, Kabupaten Tangerang, kini memasuki tahap evaluasi teknis yang mendalam, dilansir pada 1 Januari 2026. Di atas lahan seluas 50 hektare, upaya budi…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Program ketahanan pangan yang diinisiasi oleh Polri di Desa Bantarpanjang, Kabupaten Tangerang, kini memasuki tahap evaluasi teknis yang mendalam, dilansir pada 1 Januari 2026.
Di atas lahan seluas 50 hektare, upaya budidaya jagung ini merupakan hasil kolaborasi antara Polda Banten, Polresta Tangerang, dan PT MSD Corpora Internasional.
Meski menghadapi tantangan alam, program ini tetap menjadi prioritas strategis dalam mendukung kedaulatan pangan wilayah.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, mengungkapkan bahwa pertumbuhan awal tanaman belum mencapai hasil maksimal.
Faktor utama penyebabnya adalah kondisi tanah merah kekuningan yang miskin unsur hara serta curah hujan yang tinggi.
Erosi tanah menyebabkan pupuk yang diaplikasikan seringkali hanyut, sehingga pertumbuhan jagung menjadi tidak seragam dan ukuran tongkol relatif kecil.
Polri tidak tinggal diam menghadapi kendala tersebut. Rencana perbaikan telah disusun, termasuk pembentukan sistem drainase yang lebih baik dan penambahan lapisan top soil menggunakan kompos.
Penataan ulang area tanam menjadi blok-blok yang lebih efektif diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pada fase berikutnya.
Komitmen ini menunjukkan bahwa program ketahanan pangan ini dirancang untuk keberlanjutan jangka panjang.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.