Fakta Nasional

Orang di Sekitar Prabowo Tak Boleh Biarkan Rismon Bermanuver Seenaknya

FAKTANASIONAL.NET - Orang di sekitar Presiden Prabowo seperti Sufmi Dasco Ahmad, Sjafrie Sjamsoeddin, apalagi Yusril Ihza Mahendra harusnya tidak nyaman dengan manuver yang dilakukan seorang Rismon Hasiholan Sianipar. Hal ini disampaikan Direktur AB…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 16 March 2026 📖 2 menit
Orang di Sekitar Prabowo Tak Boleh Biarkan Rismon Bermanuver Seenaknya
Foto: Dok. Sekretariat Wapres.
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Orang di sekitar Presiden Prabowo seperti Sufmi Dasco Ahmad, Sjafrie Sjamsoeddin, apalagi Yusril Ihza Mahendra harusnya tidak nyaman dengan manuver yang dilakukan seorang Rismon Hasiholan Sianipar.

Hal ini disampaikan Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal melalui akun media sosialnya yang dikutip redaksi, Minggu (15/3/2026).

Menurut Erizal, mestinya orang di sekitar Presiden Prabowo seperti Sufmi Dasco Ahmad, Sjafrie Sjamsoeddin, apalagi Yusril Ihza Mahendra, tidak nyaman dengan ruang sosial-politik, termasuk hukum kita, dijejali orang seperti Rismon Hasiholan Sianipar, yang katanya ahli digitali forensik lulusan Yamaguchi, Jepang itu.

Sebab, Rismn seenaknya saja menuduh ijazah Jokowi palsu, Gibran tak tamat SMA, bahkan dengan diksi yang ekstrem, pakai buku segala, lalu seenaknya pula mengatakan bahwa ijazah Jokowi itu asli dengan alasan penelitian.

"Hasil penelitian apa pula yang bisa tiba-tiba berubah 180 derajat seperti itu?" tanya Erizal

Sudah begitu, lanjutnya, Rismon seperti melakukan selebrasi di rumah Jokowi, mantan Presiden RI, dan secara khusus diundang ke Istana Wapres, dan diberikan Hampers pula.

"Seolah sikap yang ditampilkannya itu adalah sikap yang baik dan layak diteladani. Padahal, sikap Rismon itu justru harus dihindari," tulis Erizal.

Bukannya dihindari, malah seperti difasilitasi di istana Wapres dengan pemberian Hampers layak Pahlawan.

Saking harus dihindarinya Rismon ini, lanjut Erizal, karena Rismon mengakui ada kontestasi politik dalam kasus ijazah Jokowi dan ijazah Gibran ini, dan Rismon merasa tereksploitasi dengan itu.

"Padahal, sadar maupun tidak, ia aktif, kini justru mengeksploitasi dari pihak yang berbeda. Bahkan, langsung dari panggung istana Wapres," ungkap Erizal

Menurut Erizal, tak ada masalah dengan penelitian. Sah-sah saja. Tapi yang tiba-tiba berubah secepat itu, tak bisa dibenarkan. Nanti dibuat lagi buku bantahannya. Kayak dia saja yang pintar. Tiap sebentar bisa buat buku dengan mudah. Bahkan, setelah ada laporan bahwa ijazah S2 dan S3 palsu pula. Ini tidak benar.

"Orang-orang di sekitar Presiden Prabowo tak bisa membiarkan seorang Rismon Hasiholan Sianipar bebas bermanuver seenaknya," ungkap Erizal

Minimal, kalaupun hasil penelitian bisa berubah 180 derajat terkait ijazah Jokowi dan Gibran, kasus hukum dugaan ijazah S2 dan S3 palsunya, bahkan surat kematian palsu segala, harus diusut tuntas sebagai pelajaran.

"Presiden Prabowo jelas sekali mengatakan bahwa hukum tak bisa menjadi alat kekuasaan. Karena itu, kasus dugaan ijazah S2 dan S3 palsu, termasuk surat kematian palsu Rismon, harus diusut tuntas," tegas Erizal.

Kasus tersebut tak boleh hilang begitu saja setelah secara sepihak ia mengatakan ijazah Jokowi dan Gibran asli, yang sebelumnya justru mengatakan yang sebaliknya.

Dan senada dengan itu, Erizal juga meminta kasus terkait ijazah Jokowi dan Gibran, harus tetap dipastikan secara hukum.

Apalagi, lanjutnya oleh Bonatua Silalahi gugatan terkait kasus tersebut telah dikabulkan, baik terhadap KPU maupun Kemendikdasmen. KIP juga telah meminta UGM membuka semua tekait perkuliahan Jokowi.

"Hukum benar-benar harus tegak dan Presiden Prabowo harus bertanggung jawab dengan itu," pungkas Erizal.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK