Fakta Nasional

OTT KPK di Rejang Lebong: Ratusan Juta Rupiah Ditemukan di Kolong TV

FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya melalui Operasi Tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Dalam operasi yang digelar pada Senin, 9 Maret 2026 tersebut, penyidik berhasil mengamank…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 13 March 2026 📖 1 menit
OTT KPK di Rejang Lebong: Ratusan Juta Rupiah Ditemukan di Kolong TV
KPK menemukan indikasi TPPU dari kasus Silmy Karim./(ist/fkn)

FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya melalui Operasi Tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

Dalam operasi yang digelar pada Senin, 9 Maret 2026 tersebut, penyidik berhasil mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp756,8 juta.

Uang tersebut diduga merupakan bagian dari praktik suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten setempat.

Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa uang ratusan juta tersebut ditemukan di berbagai tempat yang tidak biasa, dilansir pada 12 Maret 2026.

Selain di dalam mobil tersangka HEP senilai Rp309,2 juta, tim juga menemukan Rp357,6 juta di dalam tas hitam di rumahnya.

Uniknya, sebagian uang senilai Rp90 juta ditemukan tersimpan di dalam koper yang diletakkan di kolong meja TV rumah milik SAG.

Berdasarkan bukti yang cukup, KPK resmi menetapkan lima orang tersangka, termasuk Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari.

Selain suap ijon, muncul dugaan adanya aliran dana tambahan sebesar Rp775 juta dari skema fee proyek kepada para rekanan.

Saat ini, para tersangka telah dijebloskan ke Rutan Cabang Gedung Merah Putih untuk menjalani penahanan selama 20 hari ke depan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK