Fakta Nasional

OTT Mandailing: Pintu Awal Pengusutan Korupsi Proyek Jalan Sumut

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK di Mandailing Natal menjadi langkah awal pembongkaran jaringan korupsi proyek jalan di Sumatera Utara. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan OTT ini bukan titik akhir, mel…

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 07 July 2025 📖 1 menit
OTT Mandailing: Pintu Awal Pengusutan Korupsi Proyek Jalan Sumut
Gedung KPK - KPK menetapkan Wamen Imipas Silmy Karim dan sejumlah pejabat imigrasi sebagai tersangka skandal pemerasan izin tinggal WNA senilai Rp145,5 miliar/(ist/fkn)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK di Mandailing Natal menjadi langkah awal pembongkaran jaringan korupsi proyek jalan di Sumatera Utara.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan OTT ini bukan titik akhir, melainkan pintu masuk untuk mengungkap aliran dana dan pihak-pihak lain yang terlibat.

OTT Mandailing Natal membuka peluang penyidik menelusuri dugaan korupsi pada proyek-proyek lain di Sumut.

Tim KPK saat ini terus menggali peran berbagai pihak hingga tingkat atas di Dinas PUPR Provinsi Sumut maupun Satker PJN Wilayah I. “Segala kemungkinan penyidikan masih akan didalami, termasuk aliran uang dan aktor lain yang menikmati hasil korupsi,” ujar Budi.

KPK telah mengantongi bukti awal dari OTT, di mana para pihak diamankan untuk pemeriksaan intensif.

Dari OTT ini, muncul petunjuk penting terkait dokumen lelang, realisasi anggaran, dan jaringan pemberi–penerima suap. Kasus ini sejatinya hanya klaster pertama dari rangkaian dugaan korupsi proyek jalan senilai total Rp 231,8 miliar.

Selain memeriksa tersangka utama seperti Kadis PUPR Topan Obaja Ginting, KPK juga melakukan penggeledahan di beberapa lokasi. Kegiatan ini bertujuan mengamankan dokumen dan data elektronik yang dapat membuka jalur perkara baru.

Hingga saat ini, penggeledahan masih berjalan di beberapa tempat strategis di wilayah Sumut. Dengan pendekatan menyeluruh, KPK berkomitmen menutup celah korupsi yang selama ini menggerogoti proyek infrastruktur.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK