Wamentan Ungkap Dua Alasan Harga Beras Belum Turun
Wakil Menteri Pertanian M. Saleh Mustafa membeberkan dua masalah utama penyebab tingginya harga beras di tengah klaim swasembada pangan pada Sabtu (31/10/2026). Faktor tersebut meliputi ancaman cuaca terhadap hasil panen serta rantai distribusi yang dikuasai tengkulak. Pemerintah berencana menggunakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) serta program SPHP untuk meredam gejolak harga tersebut.
FAKTANASIONAL.NET - Harga beras di pasaran masih menjadi sorotan publik. Meskipun pemerintah mengklaim telah mencapai swasembada, harga komoditas ini tetap tinggi. Kementerian Pertanian menyoroti dua faktor utama penyebab masalah ini.
Wakil Menteri Pertanian, M. Saleh Mustafa, memberikan penjelasan langsung di Jakarta Selatan pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Ia menyebutkan bahwa faktor cuaca menjadi hambatan pertama.
"Memang kita tidak memungkiri dari cuaca," ujar Saleh. Kondisi tersebut berpotensi menekan jumlah produksi nasional tahun ini.
Selain masalah cuaca, rantai distribusi yang panjang turut memperkeruh keadaan. Keberadaan tengkulak atau perantara perdagangan menjadi tantangan berat.
"Di tengah ini yang memang sekarang ini sedang susah kita hilangkan yaitu middleman," kata Saleh menambahkan. Menurutnya, peran tengkulak sudah sangat mengakar di kalangan petani lokal.
Pemerintah menyiapkan strategi khusus untuk mengatasi masalah ini secara bertahap. Salah satu solusi utamanya adalah mengoptimalkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Koperasi ini akan diandalkan untuk memangkas jalur distribusi yang merugikan petani dan konsumen.
Di sisi lain, pemerintah juga mengandalkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan. Namun, program SPHP saat ini masih terfokus pada komoditas beras medium.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Bank Indonesia per 30 Oktober 2026, fluktuasi harga masih terjadi. Beras kualitas bawah I naik Rp50 menjadi Rp14.950 per kilogram. Beras kualitas bawah II turut naik Rp50 menjadi Rp14.800 per kilogram.
Kenaikan serupa juga menimpa beras kualitas medium II sebesar Rp50. Harga baru tercatat menjadi Rp17.450 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super I stabil di angka Rp18.000 per kilogram.
Pemerintah berharap berbagai intervensi lanjutan bisa segera menstabilkan harga di pasaran. Program bantuan pangan dari Presiden juga terus digencarkan untuk membantu masyarakat luas.[ayu]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.