Panas! PSI Minta Ade Armando Berhenti Campuri Urusan Internal Partai
FAKTANASIONAL.NET - Hubungan antara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan mantan kadernya, Ade Armando, kian menegang pasca pengunduran diri sang pegiat media sosial. Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, secara terbuka memperingatkan Ade ag…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Hubungan antara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan mantan kadernya, Ade Armando, kian menegang pasca pengunduran diri sang pegiat media sosial.
Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, secara terbuka memperingatkan Ade agar tidak lagi mengurusi dapur internal partai.
Pernyataan keras ini muncul menyusul komentar Ade dalam sebuah siniar yang mengeklaim adanya desakan internal yang menginginkan dirinya keluar dari PSI.
Dilansir dari CNN Indonesia pada Rabu (13/5), perselisihan ini bermula saat Ade Armando tampil di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking.
Dalam wawancara tersebut, Ade menyebut ada pihak-pihak di dalam PSI yang merasa keberadaannya menghambat proses re-branding partai.
Namun, tuduhan ini ditepis mentah-mentah oleh Bestari Barus yang menilai Ade telah melampaui kewenangannya sebagai mantan anggota.
Bestari menegaskan bahwa Ade Armando hanyalah kader biasa yang pernah diberi kesempatan menjadi calon legislatif, namun tidak pernah masuk dalam struktur kepengurusan pusat, terutama setelah Kongres Solo.
Menurut PSI, pernyataan Ade mengenai dinamika internal partai sangat tidak relevan karena yang bersangkutan tidak memiliki kompetensi maupun keterlibatan dalam pengelolaan manajerial organisasi selama ini.
Selain memintanya untuk berhenti berkomentar soal PSI, Bestari juga menyarankan Ade Armando untuk fokus melakukan introspeksi diri. Saat ini, Ade diketahui tengah terjerat kasus hukum terkait dugaan penghasutan dan ujaran kebencian.
Dalam posisi ini, PSI menyatakan sikap tegas bahwa mereka tidak akan memberikan bantuan atau terlibat dalam persoalan hukum yang dihadapi mantan kadernya tersebut.
Langkah PSI yang memilih untuk menjaga jarak ini mempertegas bahwa hubungan politik di antara keduanya telah berakhir sepenuhnya.
Bestari berharap Ade bisa menata diri secara mandiri tanpa harus membawa-bawa nama institusi PSI dalam narasi pribadinya di ruang publik. Konflik ini pun memperlihatkan upaya PSI untuk tetap fokus pada citra baru partai tanpa terbebani oleh kontroversi individu di masa lalu.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.