Panduan Lengkap Rangkaian Waisak 2570 BE di Candi Borobudur 2026: Dari Kirab Agung hingga Festival Lampion
FAKTANASIONAL.NET — Perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur selalu menjadi magnet besar yang dinantikan masyarakat setiap tahunnya. Tidak hanya menjadi episentrum ritual keagamaan bagi umat Buddha, festival tahunan ini juga sukses menarik perha…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur selalu menjadi magnet besar yang dinantikan masyarakat setiap tahunnya. Tidak hanya menjadi episentrum ritual keagamaan bagi umat Buddha, festival tahunan ini juga sukses menarik perhatian ribuan wisatawan domestik hingga mancanegara karena keindahan kulturalnya.
Pada tahun ini, perayaan Waisak 2570 BE digelar dengan rangkaian prosesi yang sarat makna spiritual, kebudayaan, dan pesan perdamaian. Festival ini dijadwalkan berlangsung mulai 28 hingga 31 Mei 2026 yang berpusat di tiga candi runtunan, yakni Candi Mendut, Candi Pawon, dan Candi Borobudur.
Puncak perayaan suci ini akan jatuh pada Minggu, 31 Mei 2026, yang ditutup oleh Festival Lampion Waisak yang ikonis di langit Magelang.
Baca Juga: Arus Balik Libur Panjang, Okupansi Whoosh Capai di Atas 80 Persen
Rangkaian Jadwal dan Prosesi Waisak Borobudur 2026
Bagi Anda yang berencana hadir dan merayakan atmosfer khusyuk di sana, berikut adalah linimasa rincian runtunan acara Waisak 2026:
1. Tahapan Pra-Waisak (28–30 Mei 2026)
Sebelum memasuki hari penutupan, kawasan Borobudur akan mulai dipadati oleh para Bhikkhu sangha serta umat Buddha dari berbagai belahan dunia. Selama tiga hari, fokus kegiatan bertumpu pada penguatan spiritual dan aksi kemanusiaan, meliputi:
-
Puja bakti dan doa bersama secara komunal.
-
Meditasi mendalam serta pembacaan doa paritta.
-
Pengambilan Api Dharma dari sumber api abadi Mrapen, Grobogan.
-
Pengambilan Air Berkah dari mata air suci Umbul Jumprit, Temanggung.
-
Bakti sosial dan kegiatan kemanusiaan untuk masyarakat sekitar.
2. Prosesi Kirab Waisak
Menjadi salah satu daya tarik kebudayaan terbesar, Kirab Waisak dilakukan dengan berjalan kaki (long march) secara khusyuk oleh ribuan umat dari Candi Mendut, melewati Candi Pawon, dan berakhir di Candi Borobudur. Sepanjang perjalanan, umat akan mengarak relik suci, Api Dharma, dan Air Berkah sembari melantunkan paritta suci.
3. Detik-Detik Waisak
Inti dari seluruh ritual spiritual ini berlangsung di pelataran puncak Candi Borobudur. Momentum sakral yang bertepatan dengan detik-detik bulan purnama ini diisi dengan meditasi total, doa bersama, dan hening cipta guna merefleksikan pencerahan agung Buddha Gautama.
Festival Lampion Waisak 2026: Aturan dan Pembagian Sesi
Menerbangkan lampion ke langit malam memiliki esensi teologis yang mendalam bagi umat Buddha—yakni sebagai simbol pelepasan karma buruk, permohonan doa, serta pengharapan kehidupan yang penuh kebijaksanaan.
Pada 31 Mei 2026, Festival Lampion akan dibagi menjadi dua sesi demi mengurai kepadatan pengunjung:
-
Sesi 1: Pukul 17.30 s.d. 19.30 WIB
-
Sesi 2: Pukul 21.30 s.d. 23.00 WIB
Ketentuan Peserta: Seluruh pengunjung yang telah memegang tiket wajib mengenakan pakaian berwarna putih yang sopan dan terhormat. Setiap pembelian tiket dipastikan sudah mencakup satu buah lampion kolektif serta wishing card (kartu harapan) untuk ditulis sebelum diterbangkan.
Ditutup Meditasi Malam dan Bazar UMKM Jawa Tengah
Selain menikmati visualisasi ribuan lampion yang syahdu, para peserta di akhir sesi akan diajak mengikuti meditasi malam dan doa perdamaian dunia yang dipimpin langsung oleh para tokoh spiritual Buddha.
Guna menggeliatkan ekonomi lokal, area luar candi juga ikut dimeriahkan oleh festival seni tradisional, pawai budaya, serta bazar kuliner khas Jawa Tengah yang dikelola langsung oleh pelaku UMKM setempat.
Baca Juga: Panduan Lengkap & Aturan Penting Mengikuti Malam Lampion Waisak di Candi Borobudur
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.