Fakta Nasional

Pantau Makan Bergizi Gratis di SMAN 28 Jakarta, Wakil Kepala BGN Puji Inovasi Pengelolaan Sampah Sekolah

FAKTANASIONAL.NET – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, melakukan kunjungan langsung ke SMAN 28 Jakarta guna memantau secara ketat pelaksanaan dan pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (22/5/2026). Peninjauan in…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 23 May 2026 📖 2 menit
Pantau Makan Bergizi Gratis di SMAN 28 Jakarta, Wakil Kepala BGN Puji Inovasi Pengelolaan Sampah Sekolah
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (tengah) berbincang dengan para siswa saat meninjau langsung pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 28 Jakarta, Jumat (22/5/2026). Selain memastikan kualitas asupan gizi, kunjungan ini juga mengapresiasi ino…

FAKTANASIONAL.NET – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, melakukan kunjungan langsung ke SMAN 28 Jakarta guna memantau secara ketat pelaksanaan dan pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (22/5/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan standardisasi kualitas makanan, ketepatan waktu distribusi, hingga mendengar langsung respons para siswa sebagai penerima manfaat.

Usai melakukan peninjauan dan ikut baur makan bersama siswa, Sony menyampaikan bahwa secara umum implementasi program MBG di SMAN 28 Jakarta telah berjalan sangat tertib dan mendapat respons positif.

Baca Juga: Ancaman Tegas BGN: SPPG Bakal Dibekukan Jika Gagal Penuhi Kuota Gizi Ibu dan Anak!

“Tujuan kami datang langsung untuk memastikan distribusi MBG benar-benar sampai kepada peserta didik, melihat kualitas makanan, serta memastikan ketepatan waktu pendistribusiannya. Dari hasil pengamatan langsung di lapangan, alhamdulillah semuanya berjalan baik,” ujar Sony Sonjaya kepada awak media.

Pendekatan Demokratis dan Data Nyata Penerima

Salah satu aspek yang menarik perhatian BGN dalam pelaksanaan di SMAN 28 Jakarta adalah sistem pendataan yang dinilai transparan dan demokratis.

Dari total 750 siswa yang tercatat, pihak sekolah membebaskan siswa untuk memilih secara sukarela.

Pada pendataan awal, sebanyak 641 siswa menyatakan bersedia menerima paket MBG.

Setelah berjalan dan melalui proses evaluasi berkala di lapangan, kini tercatat sebanyak 518 siswa yang aktif menerima serta menikmati pasokan makanan bergizi tersebut setiap harinya.

“Ini menjadi contoh yang sangat baik bahwa program MBG dijalankan secara demokratis. Yang tidak ingin menerima tidak dipaksakan, sedangkan yang menerima alhamdulillah tetap menikmati program ini dengan baik. Bahkan tadi saya juga makan bersama para siswa,” jelas Sony.

Sukses Integrasikan Gizi dan Edukasi Lingkungan

Tidak hanya sekadar urusan pemenuhan gizi, Sony mengaku sangat terkesan dengan komitmen SMAN 28 Jakarta yang berhasil mengintegrasikan program nasional ini dengan edukasi lingkungan hidup berkelanjutan.

Pihak sekolah secara aktif mengajarkan para siswa untuk mengolah sisa sampah makanan agar tidak menumpuk di tempat pembuangan akhir.

Beberapa inovasi hijau yang sudah berjalan mandiri di sekolah tersebut di antaranya:

  • Budidaya Maggot: Memanfaatkan lalat Black Soldier Fly (BSF) untuk mengurai sampah organik sisa makanan.

  • Produksi Kompos: Mengolah sampah organik menggunakan cairan komposer.

  • Pembuatan Ekoenzim: Memanfaatkan sisa kulit buah dan sayuran menjadi cairan serbaguna.

  • Pengembangan Hidroponik: Memanfaatkan lahan sekolah untuk budidaya sayuran hijau.

“Ini luar biasa. Jadi bukan hanya menerima MBG, tetapi siswa juga diajarkan bagaimana mengelola sampah makanan dan buah-buahan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ada budidaya maggot, kompos, ekoenzim hingga hidroponik. Ini pendidikan karakter dan lingkungan yang sangat baik,” pungkas Sony mengapresiasi inovasi sekolah.

Baca Juga: Sidak Dapur MBG, Kepala KSP Dudung Ungkap Persoalan Serius


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK