Pasar Energi Terguncang! Harga Batu Bara Kokoh Saat CPO Waswas Akibat Kebijakan Baru Prabowo
FAKTANASIONAL.NET - Dua komoditas andalan Indonesia, batu bara dan minyak sawit mentah (CPO), menunjukkan arah pergerakan yang kontras pekan ini. Berdasarkan data ekonomi yang dikutip dari CNBC Indonesia pada 24 Mei, harga batu bara bertahan kuat be…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Dua komoditas andalan Indonesia, batu bara dan minyak sawit mentah (CPO), menunjukkan arah pergerakan yang kontras pekan ini.
Berdasarkan data ekonomi yang dikutip dari CNBC Indonesia pada 24 Mei, harga batu bara bertahan kuat berkat gejolak global, sementara CPO memasuki fase volatilitas tinggi menyusul pengumuman reformasi tata niaga oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kontrak batu bara Newcastle di bursa Refinitiv ditutup pada angka US$137,55 per ton pada 21 Mei 2026, menguat tipis 0,77% dalam sepekan. Lonjakan dipicu gangguan gas akibat konflik Iran, memaksa Korea Selatan dan Jepang mendongkrak impor batu bara sebesar 40% dan 2,5%.
Selain itu, tragedi ledakan tambang Shanxi di China yang menewaskan 90 pekerja memicu kekhawatiran pasokan. Sentimen pasar kian dinamis setelah Indonesia mewajibkan ekspor batu bara melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia demi mencegah under invoicing. CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan kontrak lama tetap dihormati namun tetap membuka ruang evaluasi harga.
Di pasar kelapa sawit, CPO Malaysia kontrak Agustus bertengger di MYR4.486 per ton pada 22 Mei 2026, naik 1,5% secara mingguan. Pasar merespons rencana Presiden Prabowo menjadikan Indonesia sebagai price maker dunia lewat ekspor satu pintu.
Langkah ini dibarengi aksi tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang membongkar 10 korporasi sawit terindikasi manipulasi ekspor.
Direktur Eksekutif PASPI, Tungkot Sipayung, menyatakan praktik under invoicing ini adalah masalah klasik akibat lemahnya bea cukai, bahkan ditemukan selisih data transaksi hingga 200%. Penataan masif ini diharapkan mampu menggeser dominasi bursa Malaysia dan Rotterdam.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.