Pasar Keuangan Volatil, Kemenkeu Sebut ORI030 Jadi Pilihan Investasi Aman dan Menarik
FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai Surat Berharga Negara (SBN) ritel, khususnya Obligasi Ritel Indonesia seri ORI030, menjadi salah satu alternatif investasi yang sangat menarik bagi masyarakat. Instrumen ini dinilai menjadi…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai Surat Berharga Negara (SBN) ritel, khususnya Obligasi Ritel Indonesia seri ORI030, menjadi salah satu alternatif investasi yang sangat menarik bagi masyarakat.
Instrumen ini dinilai menjadi penyelamat aset investor di tengah tingginya volatilitas pasar keuangan sepanjang tahun 2026.
Analis Keuangan Negara Ahli Madya Bidang Pembiayaan dan Risiko Keuangan Kemenkeu, Chandra AS Wibowo, mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian memicu perubahan perilaku investor.
Saat ini, pasar cenderung mengutamakan instrumen yang menawarkan keamanan, kepastian, dan fleksibilitas.
"Volatilitas sangat tinggi. Maka investor mencari tiga hal, yaitu keamanan, kepastian, dan fleksibilitas. SBN ritel, salah satunya ORI030, memiliki ketiga komponen itu," kata Chandra dalam acara UOB Media Literacy Circle di Jakarta, dikutip Sabtu (18/7/2026).
Baca Juga: Saham Barang Mewah Ini Anjlok 6,2 Persen, Investor Langsung Panik!
Tiga Keunggulan Utama ORI030
Dari sisi keamanan, Chandra menjelaskan bahwa ORI030 dijamin penuh oleh negara sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Hal ini membuat instrumen tersebut memiliki risiko gagal bayar yang sangat rendah dan sangat ramah bagi investor pemula. Investor tidak perlu memantau pergerakan pasar setiap hari sebagaimana berinvestasi pada saham.
"Risiko default-nya bisa dikatakan mendekati nol selama negara ini masih berdiri," tegas Chandra.
Sementara dari sisi kepastian, ORI030 menawarkan kupon imbal hasil tetap (fixed rate) yang menarik, yaitu sebesar 6,9 persen untuk tenor tiga tahun dan 7 persen untuk tenor enam tahun.
Keunggulan ini semakin ditambah dengan insentif pajak atas kupon obligasi yang hanya sebesar 10 persen, jauh lebih rendah dibandingkan pajak bunga deposito yang mencapai 20 persen.
"Secara umum, SBN ritel menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dengan potongan pajak yang lebih rendah," tambah Chandra.
Ia juga menyoroti rekam jejak pembayaran kupon SBN ritel yang dinilai konsisten sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 2006 silam. Pembayaran kupon selalu dilakukan tepat waktu setiap tanggal 15, termasuk pelunasan pokok saat jatuh tempo.
Terakhir, dari sisi fleksibilitas, ORI030 merupakan instrumen yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder (tradable). Karakteristik ini memberikan keleluasaan bagi investor untuk mencairkan investasi mereka sebelum masa jatuh tempo apabila membutuhkan dana mendesak.
"Di saat kondisi ekonomi seperti sekarang, ORI030 menjadi salah satu alternatif investasi yang aman, memberikan kepastian, sekaligus menawarkan imbal hasil yang kompetitif bagi investor individu," tutur Chandra.
Penjualan Tembus Rp21,9 Triliun
Daya tarik ORI030 terbukti nyata di pasar. Hingga 16 Juli 2026, realisasi penjualan Obligasi Ritel Indonesia seri terbaru ini telah meroket hingga mencapai Rp21,9 triliun.
Capaian fantastis tersebut diraih padahal masa penawaran baru berjalan sekitar separuh dari total periode penawaran yang dijadwalkan pada 6–30 Juli 2026.
Angka ini mencerminkan tingginya animo dan kepercayaan masyarakat terhadap instrumen obligasi yang diterbitkan oleh negara.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.