Pasar Kripto Bergejolak: Bahaya 'Leverage Maksimal' Picu Likuidasi Rekor
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Volatilitas pasar kripto sepanjang tahun ini ternyata banyak didorong oleh masifnya penggunaan utang atau leverage oleh para trader. Strategi berisiko tinggi ini memungkinkan investor memperbesar keuntungan, namun juga m…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Volatilitas pasar kripto sepanjang tahun ini ternyata banyak didorong oleh masifnya penggunaan utang atau leverage oleh para trader. Strategi berisiko tinggi ini memungkinkan investor memperbesar keuntungan, namun juga mempercepat kerugian saat pasar berbalik arah. Dalam beberapa pekan terakhir, aksi jual besar-besaran kembali menunjukkan bahaya strategi ini, di mana investor bahkan bisa menaruh US$1 untuk membuka posisi senilai US$100 di Bitcoin.
Strategi leverage bisa memberikan cuan besar jika pergerakan pasar sesuai prediksi. Namun, saat harga berlawanan, kerugian bisa berlipat ganda, dan modal trader dapat langsung diliquidasi karena tidak cukup menutup kerugian. Data CoinGlass mencatat total likuidasi harian di bursa kripto telah meningkat sepanjang tahun, bahkan mencapai rekor tertinggi pada Oktober 2025. Lonjakan ini dipicu oleh aksi jual setelah Presiden Trump mengumumkan tarif baru terhadap China, yang mengguncang pasar.
Koreksi Bitcoin Seret Saham Perusahaan Kripto
Analis Nansen, Nicolai Søndergaard, menekankan bahwa pasar kini memberikan banyak pilihan instrumen, tetapi jika risiko tidak dikelola, konsekuensinya juga jauh lebih besar. Bitcoin sendiri sempat anjlok sekitar 29% dari rekor tertinggi di atas US$126.000 pada Oktober 2025, menyentuh US$89.440, level terendah sejak April. Tekanan terbesar dalam dua pekan terakhir datang dari trader yang menggunakan leverage. Bahkan, koreksi Bitcoin turut menyeret perusahaan yang menyimpan kripto sebagai aset treasury. Strategy, misalnya, turun 36% dalam sebulan, sementara BitMine Immersion Technologies anjlok 41%.
Sinyal Regulasi dan Minat Pinjaman Kripto yang Tak Padam
Meskipun demikian, dengan regulasi AS yang kini disebut lebih ramah terhadap kripto pasca-pemilihan Trump, investor memiliki akses lebih besar terhadap instrumen berisiko tinggi. Contohnya, Coinbase meluncurkan perpetual futures untuk trader AS dengan leverage hingga 10x. Selain itu, CBOE akan merilis kontrak Bitcoin dan Ether berjangka 10 tahun pada Desember. Hal ini membuat pinjaman kripto kembali populer, menawarkan imbal hasil tinggi. Menurut Galaxy Digital, nilai pinjaman kripto mencapai rekor baru US$74 miliar pada akhir September. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan leverage dinilai akan terus berkembang.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.