Pasar Rebo Purwakarta Terbakar: 80 Kios Ludes, Kerugian Ditaksir Tembus Rp24 Miliar
FAKTANASIONAL.NET – Sebanyak 80 kios di Pasar Rebo, Purwakarta, hangus tak bersisa setelah api melahap habis area tersebut. Peristiwa ini memukul ekonomi lokal dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai Rp24 miliar. Dewan Pimpinan Pusat (DPP)…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Sebanyak 80 kios di Pasar Rebo, Purwakarta, hangus tak bersisa setelah api melahap habis area tersebut. Peristiwa ini memukul ekonomi lokal dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai Rp24 miliar.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) yang turun langsung ke lokasi kejadian menyebut insiden ini sebagai pukulan telak bagi para pedagang yang tengah bersiap menghadapi puncak perputaran ekonomi jelang bulan suci.
Berdasarkan hasil tinjauan lapangan dan pengumpulan informasi dari saksi mata, IKAPPI memberikan estimasi kasar mengenai dampak finansial yang dialami para pedagang.
"Ada 80 kios yang mengalami ludes terbakar kita asumsikan mengalami kerugian sekitar tiga ratus juta per satu kios. Atau secara keseluruhan kerugian kebakaran ini mencapai 24 Miliar," ungkap Ketua Umum IKAPPI saat mengunjungi lokasi di Pasar Rebo.
Baca Juga: Insiden Kebakaran Vila di Puncak: Korsleting Listrik Diduga Jadi Pemicu
IKAPPI menyoroti adanya pola musiman yang mengkhawatirkan terkait kebakaran pasar di Indonesia. Periode menjelang Ramadan hingga pasca-Lebaran dinilai sebagai waktu yang paling rawan, di mana aktivitas pasar meningkat namun seringkali tidak dibarengi dengan kesiapan mitigasi bencana yang memadai.
IKAPPI pun mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh pedagang pasar di tanah air agar meningkatkan kewaspadaan ekstra di masa-masa kritis ini.
“Kami mengingatkan untuk seluruh pedagang pasar di Indonesia berhati-hati, waspada karena musim kebakaran ini biasanya terjadi di saat puasa menjelang puasa, saat puasa dan pasca lebaran,” tambahnya.
Selain fokus pada kewaspadaan, pihak asosiasi mendesak Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk segera turun tangan.
Mengingat aset para pedagang telah habis terbakar, bantuan darurat menjadi satu-satunya cara agar para korban bisa kembali menjalankan usaha mereka.
IKAPPI meminta pemerintah daerah memprioritaskan pemberian bantuan modal atau fasilitas tempat berjualan sementara bagi para pedagang yang terdampak, agar rantai distribusi pangan di kawasan tersebut tidak terputus total selama bulan puasa.
Baca Juga: Percepat Pendataan Kerusakan Hunian Pascabencana, Kepala Daerah Diminta Optimalkan Peran Keuchik
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.