Pasar Saham Fluktuatif: IHSG Sempat Menghijau Sebelum Akhirnya Terkoreksi
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada awal perdagangan Selasa, 28 Oktober 2025. Pasar saham dalam negeri sempat dibuka di zona hijau, namun gagal mempertahankan momentum positifnya dan berbalik arah…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada awal perdagangan Selasa, 28 Oktober 2025. Pasar saham dalam negeri sempat dibuka di zona hijau, namun gagal mempertahankan momentum positifnya dan berbalik arah ke zona merah tak lama setelah pembukaan. Data perdagangan mencatat, pada pembukaan awal, IHSG sempat mencatatkan kenaikan 0,34 persen, menyentuh level 8.144. Namun, beberapa saat kemudian, indeks berbalik arah dan terkoreksi 0,31 persen ke posisi 8.091. Nilai transaksi awal tercatat mencapai Rp1 triliun dengan volume perdagangan 1,4 miliar saham.
Pergerakan Indeks Unggulan Kompak Melemah
Pelemahan IHSG diikuti oleh koreksi pada mayoritas indeks unggulan. Indeks LQ45 tercatat turun 0,39 persen ke level 821,33. Pelemahan lebih dalam dialami oleh Jakarta Islamic Index (JII) yang merosot 0,92 persen ke posisi 562,53. Indeks lain seperti MNC36 dan IDX30 juga bergerak negatif, masing-masing turun 0,44 persen ke 335,60 dan 0,40 persen ke 431,71. Pergerakan saham terpantau didominasi oleh saham yang melemah, dengan 186 saham turun, 261 saham berhasil menguat, sementara 509 saham lainnya stagnan atau tidak diperdagangkan.
Sektor Energi Menekan, Rupiah Menguat Tipis
Dari sisi sektoral, tekanan signifikan datang dari beberapa sektor utama. Sektor energi, keuangan, infrastruktur, properti, bahan baku, transportasi, dan industri tercatat bergerak di zona merah dan menjadi pemberat laju indeks. Namun, pelemahan lebih lanjut tertahan oleh penguatan di sektor lain. Sektor konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, teknologi, dan kesehatan masih mampu mencatatkan pertumbuhan positif. Di sisi lain, dari pasar valuta, nilai tukar rupiah justru menunjukkan apresiasi tipis terhadap dolar AS. Mata uang Garuda dibuka menguat 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp16.618 per dolar AS di pasar spot, dibandingkan posisi perdagangan hari sebelumnya.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.