Fakta Nasional

Pasar Saham Merana! IHSG Merosot ke 8.551, Saham Bank Jumbo Jadi Beban Berat

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pada Kamis (27/11/2025), dengan performa yang mengecewakan. Indeks ditutup di zona merah, merosot tajam sebesar 0,59% atau 51,03 poin, hingga mencapai level 8.551,1.…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 28 November 2025 📖 1 menit
Pasar Saham Merana! IHSG Merosot ke 8.551, Saham Bank Jumbo Jadi Beban Berat
IHSG Jeblok/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pada Kamis (27/11/2025), dengan performa yang mengecewakan. Indeks ditutup di zona merah, merosot tajam sebesar 0,59% atau 51,03 poin, hingga mencapai level 8.551,1. Penutupan negatif ini diiringi oleh pelemahan di sebagian besar sektor, di mana total 402 saham mengalami penurunan harga. Nilai transaksi harian tercatat tinggi, mencapai Rp 23,36 triliun.

Sektor Teknologi dan Finansial Paling Terpukul

Koreksi besar hari ini dipimpin oleh sektor-sektor kunci. Sektor Teknologi mencatat penurunan terbesar (-1,56%), diikuti oleh Finansial (-0,91%) dan Energi (-0,8%). Pelemahan ini disebabkan oleh tekanan jual yang signifikan pada beberapa saham berkapitalisasi pasar besar. Secara khusus, emiten-emiten bank besar (bank jumbo) menjadi pemberat utama IHSG, di antaranya Bank Mandiri (BMRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang menyumbang koreksi indeks paling besar.

Asing Masih Berburu di Tengah Koreksi

Meskipun IHSG anjlok, aktivitas investor asing menunjukkan dinamika berbeda. Investor asing mencatat aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 59,2 miliar. Saham yang paling banyak diburu oleh asing adalah CUAN, FILM, dan BBYB. Sementara itu, beberapa saham milik Prajogo Pangestu dan Hapsoro, seperti Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dan Barito Pacific (BRPT), bergerak positif. Namun, dorongan dari saham-saham ini belum cukup kuat untuk mengangkat IHSG keluar dari tekanan jual.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK