Fakta Nasional

Pasca Gempa M4,9: BNPB Imbau Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan Menghadapi Bahaya Serupa

KERTASARI, FAKTANASIONAL.NET – Masyarakat yang terdampak gempa M4,9 diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi ancaman bahaya serupa di masa depan. Hal ini disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat koordinas…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 21 September 2024 📖 2 menit
Pasca Gempa M4,9: BNPB Imbau Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan Menghadapi Bahaya Serupa
Kegiatan sosialisasi dan edukasi oleh BNPB terhadap masyarakat Kertasari yang terdampak gempa M4,9/Dok. BNPB

KERTASARI, FAKTANASIONAL.NET – Masyarakat yang terdampak gempa M4,9 diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi ancaman bahaya serupa di masa depan.

Hal ini disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat koordinasi di dua wilayah terdampak gempa.

Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan, catatan gempa bumi pernah mengguncang sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Barat. Namun baru kali ini, gempa terjadi di wilayah Pasirwangi, Kabupaten Garut, dan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Dengan adanya bencana gempa M4,9, Suharyanto mengharapkan sosialisasi bahaya gempa dapat dilakukan pemerintah daerah secara luas. Ia mencontohkan juga pada potensi bahaya pada sesar Lembang yang perlu diwaspadai.

Tercatat sejak 2020 hingga kini terdapat fenomena gempa bumi yang berdampak kepada masyarakat di Jawa Barat, seperti lindu Pangandaran (2020), Sukabumi (2021), Cianjur (2022), Sumedang (2024) serta bencana terakhir di Bandung dan Garut.

Edukasi kepada masyarakat dibutuhkan untuk menyikapi potensi adanya sesar atau bagian dari segmen suatu sesar aktif pemicu gempa bumi, baik yang sudah maupun yang belum teridentifikasi, seperti yang terjadi di Cianjur, maupun Bandung dan Garut pada Rabu (18/9) lalu.

“Segmen baru dari suatu sesar aktif teridentifikasi setelah adanya gempa yang berdampak di Kabupaten Bandung dan Garut,” kata Suharyanto dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (20/09/2024).

Kepala BNPB mengharapkan masyarakat siap sebelum terjadinya bencana. Hal tersebut dicontohkan Suharyanto pada masyarakat Pangandaran yang siap melalui simulasi evakuasi mandiri menghadapi potensi megathrust, yang sempat menjadi pembicaraan di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, menurutnya upaya pengurangan risiko bencana, di antaranya mitigasi dan pencegahan, harus dilakukan oleh warga bersama pemerintah.

Di samping itu, Suharyanto mengatakan, belum ada ilmu pengetahuan yang mampu memprediksi bahaya gempa di suatu wilayah.

Hal senada juga disampaikan Pj Bupati Garut Barnas Adjidin saat memaparkan kondisi terkini pasca gempa di wilayahnya. Ia mengatakan, edukasi kebencanaan menjadi penting diberikan kepada masyarakat.

Barnas meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk melakukannya sehingga masyarakat selalu waspada dan tidak panik.

“Hingga sebelas malam tadi kami masih merasakan gempa susulan,” ungkap Pj Bupati Garut menjelaskan warganya waspada terhadap potensi bahaya susulan dan mulai terbiasa dengan gempa.

Sosialisasi tidak hanya pada potensi bahaya gempa, tetapi juga tingkat risiko, kapasitas dan kerentanan. Setiap keluarga memiliki tingkat risiko, kapasitas dan kerentanan yang berbeda.

Tinggal di wilayah rawan bahaya gempa, BNPB meminta masyarakat selalu siap siaga menghadapinya. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk menghindari dan meminimalkan dampak gempa.

Salah satu upaya yang dapat dikembangkan oleh keluarga, yaitu rencana kesiapsiagaan keluarga, seperti adanya daftar yang harus disiapkan atau upaya yang dapat dilakukan saat gempa terjadi.[asp]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK