Fakta Nasional

PBB dan Partai Ummat Punya Kesamaan Dinamika, Antara Trah Yusril dan Amien

FAKTANASIONAL.NET - Lain Partai Ummat, lain pula Partai Bulan Bintang (PBB). Sama-sama mundur Ketua Umumnya, sama-sama Ridho pula namanya. Ridho Rahmadi, Ketua Umum Partai Ummat, sedangkan Ketua Umum PBB, Gugum Ridho Putra. Tapi, yang orang kenal da…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 30 August 2026 📖 1 menit
PBB dan Partai Ummat Punya Kesamaan Dinamika, Antara Trah Yusril dan Amien

FAKTANASIONAL.NET - Lain Partai Ummat, lain pula Partai Bulan Bintang (PBB). Sama-sama mundur Ketua Umumnya, sama-sama Ridho pula namanya. Ridho Rahmadi, Ketua Umum Partai Ummat, sedangkan Ketua Umum PBB, Gugum Ridho Putra.

Tapi, yang orang kenal dari Partai Ummat dan PBB bukanlah Ketua Umumnya. Partai Ummat adalah Amien Rais, sedangkan yang orang kenal dari PBB adalah Yusril Ihza Mahendra. Dan kebetulan Ridho Rahmadi menantunya Amien Rais, dan Gugum Ridho Putra keponakannya Yusril Ihza Mahendra.

Ridho Rahmadi mundur sebagai Ketua Umum Partai Ummat, sedangkan Pelaksana Tugas (Plt) dijabat oleh Ansufri Idrus Sambo. Katakanlah tak ada hubungannya dengan keluarga besar Amien Rais. Tapi, Amien Rais masih punya anak yang bisa mungkin menggantikan.

Sedangkan Gugum Ridho Putra mundur sebagai Ketua Umum PBB, Pelaksana Tugas (Plt) dijabat oleh Yuri Kemal Fadlullah, yang merupakan putra Yusril Ihza Mahendra. PBB sempat pula mengalami dualisme kepengurusan. Tapi setelah mundurnya Gugum Ridho Putra, berarti PBB benar-benar berada di tangan Yuri Kemal Fadlullah, putranya Yusril Ihza Mahendra.

Jadi, bagaimana pula diharapkan partai-partai ini melakukan kritik terhadap politik dinasti, kalau mulai dari partai besar, menengah, dan kecil, melakukan praktik politik yang sama? Bahkan, PBB peralihan Ketua Umumnya dari keponakan ke anak kandung, dari pemilik atau katakanlah simbol partai itu sendiri.

Tidak ada masalah dengan dinasti politik. Asal tak melanggar Konstitusi. Toh, dibanyak negara, termasuk negara maju sekalipun, dinasti politik itu hal yang biasa dan berlaku. Apa salahnya Indonesia juga mengalami hal yang serupa. Kira-kira begitulah alasannya. Maka publik terpaksa harus menerima ini sebagai kenyataan hari ini dan sekaligus kenyataan sejarah. (ERIZAL)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK