Fakta Nasional

PDIP Gelar Festival Kuliner Mustika Rasa, Hasto: Kedaulatan Pangan dan Gizi Nasional Sudah Diajarkan Bung Karno!

TANGERANG SELATAN, FAKTANASIONAL.NET – Jauh sebelum program Makan Bergizi Gratis (MBG) muncul, ternyata Proklamator RI, Ir. Soekarno sudah merumuskan tentang gizi bagi masyarakat Indonesia yang tertuang dalam buku Mustika Rasa karya Bung Karno. Fakt…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 13 June 2026 📖 2 menit
PDIP Gelar Festival Kuliner Mustika Rasa, Hasto: Kedaulatan Pangan dan Gizi Nasional Sudah Diajarkan Bung Karno!

TANGERANG SELATAN, FAKTANASIONAL.NET – Jauh sebelum program Makan Bergizi Gratis (MBG) muncul, ternyata Proklamator RI, Ir. Soekarno sudah merumuskan tentang gizi bagi masyarakat Indonesia yang tertuang dalam buku Mustika Rasa karya Bung Karno.

Fakta sejarah ini diungkap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat membuka Festival Wisata Kuliner Nusantara Bulan Bung Karno 2026 di Pamulang Square, Tangerang Selatan, Jumat (12/6/2026) malam.

Hasto menegaskan, konsep gizi rakyat dalam buku Mustika Rasa karya Bung Karno menyajikan konsep matang bagaimana rakyat Indonesia bisa hidup sehat.

"Sebagai contoh, di halaman 15, untuk keluarga dengan ayah umur 30 tahun dan ibu hamil 5 bulan, ayah memerlukan kalori 2.600 per hari, ibu hamil perlu 500 gram beras. Bung Karno sudah menjalankan komitmen agar rakyat Indonesia cukup pangan – sebelum ada program MBG," kata Hasto.

Pakar Geopolitik Soekarno itu juga menyoroti bahaya ketergantungan pangan impor dengan mencontohkan kasus jeruk Pontianak yang mati akibat kebijakan monopoli di masa lalu.

"Ketika ditanya ini impor atau bukan, lalu dikatakan ini impor. Padahal dulu kita tahu di Pontianak ada Jeruk Pontianak yang luar biasa. Tetapi ketika kekuasaan Orde Baru melakukan tata niaga jeruk yang dimonopoli oleh keluarga presiden, maka matilah Pontianak sebagai pusat produksi jeruk."

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pariwisata, Yanti Sukamdani, dalam sambutannya menegaskan bahwa festival ini adalah gerakan kebudayaan sekaligus ekonomi kerakyatan.

"Lidah dan perut rakyat Indonesia tidak boleh terjajah oleh makanan impor. Kita harus betul-betul mengurasi makanan kita, harus makanan dari Indonesia. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai hasil bumi, hasil laut, hasil pertanian, dan hasil karya rakyatnya sendiri," kata Yanti.

Yanti menjelaskan empat sasaran festival, yaitu melestarikan menu Nusantara, membantu UMKM menyediakan makanan lezat, murah, sehat, dan bergizi, menghidupkan resep dari buku Mustika Rasa serta menu-menu pendamping beras, serta memperkuat kedaulatan pangan nasional.

"Masalah perut adalah masalah yang sangat mendasar. Dari perut yang sehat, lahir tubuh yang kuat. UMKM kuliner memiliki peran besar dalam menghadirkan makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menyehatkan dan membahagiakan rakyat," beber Yanti.

Festival yang berlangsung hingga Minggu (14/6/2026) ini menghadirkan 135 pelaku UMKM dengan lebih dari 300 menu kuliner Nusantara yang seluruhnya terinspirasi dari buku Mustika Rasa. Area seluas 500 meter di halaman Pamulang Square dipenuhi stan-stan yang menjajakan lontong rendang, dodol, nasi bakar, jus buah Nusantara, hingga kopi lokal.

Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah petinggi DPP PDIP, antara lain Wakil Sekjen Bidang Kerakyatan Sri Rahayu, Dr. Ribka Tjiptaning (Bidang Kesehatan), anggota DPR RI Mercy Barends dan Yulius Setiarto. Dari jajaran daerah, tampak hadir Ketua DPD PDIP Banten Ade Sumardi didampingi Sekretaris Wanto Sugito, serta perwakilan DPD PDIP Jakarta dan DPD PDIP Jawa Barat.

Turut hadir perwakilan dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, jajaran DPC se-Jabodetabek, anggota DPRD se-Jabodetabek, serta Ketua Panitia Gita Swarantika.

Hasto mengakhiri sambutannya dengan pantun yang mengajak masyarakat mencintai kuliner lokal:

"Ada mie ayam, ada bakso, ada sayur bayam dan soto.Jangan lupa makan gado-gado, PDI Perjuangan selalu di hati, pro-rakyat lho!"

"Dengan ini, Bulan Bung Karno melalui festival wisata kuliner 'Satu Rasa, Satu Bangsa, dan Sajian Nusantara' secara resmi kami nyatakan dibuka," pungkas Hasto.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK