Fakta Nasional

PDIP Gelar Peringatan Bung Hatta, Bonnie: Bagian dari Pendidikan Sejarah Publik

PADA ,lNG FAKTANASIONAL.NET | Ketua Badan Sejarah DPP PDI Perjuangan Bonnie Triyana mengatakan peringatan kelahiran Bung Hatta tidak semestinya berhenti pada romantisme terhadap sosok penting dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia. Menurut Bonn…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 31 August 2026 📖 2 menit
PDIP Gelar Peringatan Bung Hatta, Bonnie: Bagian dari Pendidikan Sejarah Publik
) -->

PADA,lNG FAKTANASIONAL.NET | Ketua Badan Sejarah DPP PDI Perjuangan Bonnie Triyana mengatakan peringatan kelahiran Bung Hatta tidak semestinya berhenti pada romantisme terhadap sosok penting dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia.

Menurut Bonnie, momentum tersebut harus menjadi ruang untuk menggali kembali pemikiran Bung Hatta dan mengontekstualisasikannya dengan persoalan yang dihadapi Indonesia saat ini.

“Peringatan kelahiran Bung Hatta bukan hanya romantisme atas seorang figur penting dalam sejarah pendirian Republik Indonesia, tetapi juga ikhtiar untuk merelevansikan dan mengkontekstualisasikan pemikiran-pemikirannya untuk Indonesia di hari ini,” kata Bonnie dalam keterangannya setelah kegiatan peringatan Bung Hatta di Padang, Sumatera Barat, Minggu (30/8) malam.

Bonnie mengatakan kegiatan yang digelar PDI Perjuangan tersebut juga menjadi bagian dari upaya partai menjalankan fungsi pendidikan sejarah kepada masyarakat.

Menurut dia, partai politik tidak semestinya hanya dipandang sebagai lembaga elektoral yang bekerja menjelang pemilu untuk memperebutkan dan menyusun kekuasaan.

“Melalui kegiatan ini PDI Perjuangan, sebagai partai politik, hendak menjalankan fungsi pendidikan sejarah bagi publik dan memajukan kebudayaan,” ujarnya.

Bonnie menilai partai politik juga memiliki tanggung jawab sebagai lembaga publik yang dapat berkontribusi dalam membangun peradaban Indonesia. Karena itu, aktivitas partai tidak seharusnya terbatas pada agenda elektoral.

“Partai bukan saja lembaga elektoral yang bekerja lima tahun sekali guna menyusun kekuasaan, melainkan lembaga publik yang turut berpartisipasi aktif membangun peradaban Indonesia,” kata dia.

Anggota Komisi X DPR RI ini menjelaskan, peringatan kelahiran Bung Hatta di lingkungan PDI Perjuangan telah diselenggarakan secara rutin sejak 2020. Rangkaian kegiatan tersebut, kata Bonnie, berangkat dari semangat dwitunggal Bung Karno-Bung Hatta.

Menurut dia, konsep dwitunggal tidak hanya berkaitan dengan posisi Bung Karno sebagai Presiden pertama dan Bung Hatta sebagai Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan dan kebersamaan yang dapat diteladani hingga saat ini.

“Peringatan kelahiran Bung Hatta di PDI Perjuangan yang sudah diselenggarakan rutin sejak 2020 berangkat dari spirit Dwitunggal Bung Karno-Bung Hatta,” ujarnya.

Bonnie mengatakan nilai-nilai yang ditunjukkan Bung Karno dan Bung Hatta antara lain kepemimpinan, gotong royong, kebersamaan, kesetaraan, serta keikhlasan dalam menyumbangkan pikiran dan tenaga untuk kepentingan bangsa.

“Spirit itu mengedepankan leadership, gotong royong, kebersamaan, kesetaraan dan keikhlasan menyumbangkan pikiran dan tenaga demi kehidupan bangsa yang lebih baik sebagaimana ditunjukkan oleh kedua proklamator tersebut,” kata Bonnie.

Bonnie berharap kegiatan peringatan Bung Hatta dapat menjadi momentum untuk memperluas ruang diskusi mengenai gagasan kebangsaan, terutama di tengah tantangan Indonesia yang terus berubah.

Menurut Bonnie, mengenang Bung Hatta bukan sekadar melihat kembali perjalanan masa lalu, tetapi juga menjadikan pemikiran dan keteladanan para pendiri bangsa sebagai bahan refleksi untuk menjawab persoalan Indonesia masa kini.

Pernyataan tersebut disampaikan Bonnie setelah pagelaran naratif-musikal bertema “Membaca Bung Hatta: Membaca Ulang Perjalanan Kebangsaan Minangkabau” yang digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Padang, Minggu malam.

Kegiatan tersebut menghadirkan putri Bung Hatta, Halida Hatta, yang menyampaikan pidato politik mengenai pemikiran Bung Hatta, Bung Karno, kemerdekaan, kemandirian, serta pentingnya kemerdekaan dalam berpikir.

Kegiatan turut dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat Alex Indra Lukman, anggota DPR RI Fraksi PDIP Sigit Karyawan Yunianto, dan Wali Kota Padang Fadli Amran.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK