Fakta Nasional

Pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia Disokong Danantara, APBN Hanya Siaga Cadangan

FAKTANASIONAL.NET — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya disiapkan sebagai penyokong cadangan ( contingency ) untuk menutup kebutuhan operasional awal dalam pengembangan Pusat Fin…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 22 July 2026 📖 2 menit
Pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia Disokong Danantara, APBN Hanya Siaga Cadangan
Kementerian Keuangan menyatakan kesiapan APBN untuk mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto menggelar sayembara kota terbersih dengan alokasi hadiah hingga Rp20 miliar guna mendorong pengelolaan sampah di tingkat daerah./(Dok. Ist)
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya disiapkan sebagai penyokong cadangan (contingency) untuk menutup kebutuhan operasional awal dalam pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

Sumber pendanaan utama proyek strategis tersebut dipastikan tetap berasal dari konsorsium investor dan modal awal Badan Pengelola Investasi Danantara.

Menkeu menjelaskan bahwa porsi APBN hanya diperuntukkan sebagai langkah antisipasi kebutuhan operasional singkat, seperti pembayaran gaji sumber daya manusia (SDM) pada fase awal pengoperasian.

"Nanti kan investornya akan mengeluarkan dana pertama untuk membangun di sana, termasuk macam-macam. Cukup besar uangnya, bukan APBN. Tapi in case mereka kekurangan uang untuk membayar gaji-gajinya, bisa ditutup oleh APBN untuk sementara dalam jangka waktu tertentu," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Ia menambahkan, alokasi dana dari APBN dipastikan relatif kecil jika dibandingkan dengan skala investasi keseluruhan yang digelontorkan oleh Danantara.

Baca Juga: Target APBN 2026: Penerimaan Pajak Capai Rp940,31 Triliun Per Juni, Biayai Program Makan Bergizi Gratis hingga Sekolah Rakyat

Kendati demikian, Purbaya enggan membeberkan besaran pasti anggaran maupun nilai investasi proyek, karena kewenangan publikasi angka tersebut berada di pihak Danantara.

"Tanya Danantara aja angkanya jelas berapa, bukan wewenang saya untuk mengeluarkan angka itu. Tapi saya (APBN) antisipasi enggak besar-besar amat, karena yang digelontorkan oleh Danantara menurut saya sih lebih dari cukup. Ini kan untuk jaga-jaga aja," tegasnya.

Adopsi Praktik Terbaik dari DIFC dan Abu Dhabi

Di tempat terpisah, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, juga belum merinci besaran nilai investasi yang dialokasikan untuk pembangunan PFII.

Ia menyampaikan bahwa proses pendanaan masih berjalan berjenjang melalui mekanisme pembahasan di komite investasi.

"Akan ada tahapannya ya. Nanti kita juga ada masuk ke investment committee dan yang lain-lainnya. Jadi akan ada tahapannya," ujar Rosan saat ditemui di Kompleks Parlemen.

Guna memastikan tata kelola dan pengembangan PFII berjalan sesuai standar global, pemerintah telah melakukan studi banding serta berdiskusi dengan pengelola pusat keuangan terkemuka dunia, seperti Dubai International Financial Centre (DIFC) dan Abu Dhabi Global Market.

Bahkan, Rosan mengungkapkan bahwa pengembangan PFII akan melibatkan konsultan ahli yang merupakan mantan jajaran pimpinan ekskutif DIFC.

"Kemungkinan juga saya kira konsultannya dari timnya DIFC, dari mantan CEO-nya DIFC. Jadi untuk memastikan bahwa ini benar-benar sesuai dengan best practice yang ada, yang sudah berhasil, seperti contohnya yang di Dubai itu," tandas Rosan.

Baca Juga: Kemenkeu Lelang 9 Seri Surat Utang Negara dengan Target Rp32 Triliun


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK