Pembatasan Subsidi BBM Desil 10 Disebut Bisa Hemat Anggaran hingga 10 Persen
FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana pembatasan subsidi bahan bakar minyak (BBM) bagi kelompok desil 10 berpotensi mengurangi beban anggaran subsidi energi hingga sekitar 10 persen. Pernyataan tersebut disa…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana pembatasan subsidi bahan bakar minyak (BBM) bagi kelompok desil 10 berpotensi mengurangi beban anggaran subsidi energi hingga sekitar 10 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya setelah mengikuti Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Ia menjelaskan, kebijakan itu bukan dimaksudkan untuk memperketat subsidi, melainkan memastikan bantuan pemerintah diterima masyarakat yang memang berhak.
“Enggak, (subsidi BBM) enggak diperketat. Cuman akan dipastikan nanti, yang saya tahu ya, supaya tepat sasaran. Mungkin akan coba nanti berapa bulan ke depan yang desil 10 kita batasin dulu," kata Purbaya, dikutip dari ANTARA, Kamis (20/8/2026).
Dalam APBN 2026, pemerintah mengalokasikan Rp210,1 triliun untuk subsidi energi. Angka tersebut setara sekitar 65,87 persen dari total anggaran subsidi sebesar Rp318,9 triliun.
Jika turut memperhitungkan kompensasi, pemerintah menyiapkan anggaran ketahanan energi mencapai Rp381,3 triliun.
“Nanti ada penghematan (anggaran) tapi kita masih hitung. Kira-kira ya sepersepuluhnya kalau saya enggak salah. Ambil flat-nya sepersepuluh,” ujar Purbaya.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pembatasan Pertalite bagi kelompok desil 9 dan 10 masih dalam tahap pembahasan. Hingga keputusan resmi ditetapkan, distribusi Pertalite tetap berjalan seperti biasa.
“Pembatasan Pertalite masih di dalam pembahasan, ya,” kata Bahlil, Rabu (19/8/2026).
Bahlil menyebut ketentuan yang berlaku saat ini masih menetapkan batas 200 liter Pertalite per hari untuk bus dan truk serta 50 liter per hari bagi kendaraan roda empat.
Ia juga mengingatkan masyarakat mampu agar menggunakan BBM nonsubsidi sehingga subsidi dapat dinikmati kelompok yang membutuhkan.
“Yang sudah kaya-kaya, yang sudah mampu itu jangan mengambil hak rakyat, lah. Subsidi itu ya untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” kata Bahlil.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.