Fakta Nasional

Pemda Beri Dukungan Penuh Kepada Komunitas Desa yang Kembangkan Bird Watching di Way Kambas

FAKTANASIONAL.NET - Masyarakat yang tergabung dalam komunitas di desa koperasi Plangijo Dewi Rasa, Lampung Timur, Lampung mengembangkan kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menjadi tujuan wisata alam. "Nantinya para wisatawan tidak ha…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Damiri Adam Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 01 October 2026 📖 1 menit
Pemda Beri Dukungan Penuh Kepada Komunitas Desa yang Kembangkan Bird Watching di Way Kambas
Masyarakat yang tergabung dalam komunitas di desa koperasi Plangijo Dewi Rasa, Lampung Timur, Lampung mengembangkan kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menjadi tujuan wisata alam. (FAKTANASIONAL/HO).
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Masyarakat yang tergabung dalam komunitas di desa koperasi Plangijo Dewi Rasa, Lampung Timur, Lampung mengembangkan kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menjadi tujuan wisata alam.

"Nantinya para wisatawan tidak hanya mengamati gajah saja melainkan ada yang lain seperti mengamati burung, menyusuri sungai, menikmati bentang alam, hingga mengenal kehidupan masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan konservasi," kata Ketua Koperasi Plangijo Dewi Rasa, Arif Lukman Fauzun, Rabu (30/9).

Dia melanjutkan kawasan tersebut berada pada salah satu desa di Desa Labuhan Ratu IX. Melalui Koperasi Plangijo Dewi Rasa tersebut, masyarakat setempat mengembangkan wisata minat khusus dengan fokus pada pengamatan burung atau bird watching dan susur sungai.

"Itu kami ambil dengan tujuan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada citra Way Kambas sebagai destinasi wisata gajah saja melainkan pengamatan terhadap hewan burung," kata dia.

Ia menambahkan para wisatawan terlihat antusias dengan padatnya kunjungan yang terjadi pada Juni-September. Para wisatawan yang datang, kata dia, bahkan merupakan bagian dari komunitas pengamat burung yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan dalam perjalanan pengamatan avifauna.

"Sehingga ini bisa menjadi ajang silaturahmi antar komunitas pengamat burung yang memang setiap musim panas mereka berkeliling di Indonesia," kata dia.

Tambah dia, berkembangnya wisata berbasis alam tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan. Pemerintah daerah, katanya, tidak hanya dituntut untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, melainkan juga memastikan aktivitas ekonomi yang tidak menggeser tujuan utama kawasan sebagai wilayah konservasi.

"Ekonomi pada kawasan konservasi tentunya tidak bergeser, melainkan justru semakin meningkatkan perekonomian dengan adanya wajah baru ini," katanya.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK